KITAINDONESIASATU.COM – Berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita tahun 2023, kota dengan pendapatan masyarakat tertinggi di Jawa Timur adalah Kota Kediri dan Surabaya.
Kota Kediri PDRB per kapita mencapai sebesar Rp541,11 juta, sementara Kota Surabaya dengan PDRB per kapita mencapai Rp245,68 juta dari jumlah penduduk sebanyak sekitar 300 ribu jiwa, sementara Surabaya berpenduduk sebanyak 3,1 juta jiwa.
Seperti kita ketahui PDRB per kapita mengukur nilai total barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu daerah dibagi dengan jumlah penduduknya.
Sehingga memberikan gambaran mengenai pendapatan rata-rata per individu di daerah tersebut.
Jadwal Acara RCTI, TRANS TV, SCTV, INDOSIAR, NET TV dan MNCTV, Minggu 2 Maret 2025
Perlu dicatat bahwa angka PDRB per kapita yang tinggi tidak selalu mencerminkan distribusi pendapatan yang merata di antara penduduknya.
Meski demikian data yang ada Upah Minimum Kabupaten/Kota terpaut jauh di antara dua kota tersebut, UMK Kota kediri tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp2.572.361, sedangkan UMK Kota Surabaya ditetapkan sebesar Rp4.961.753.
Maka perlu Anda ketahui jika PDRB Kota Kediri yang tinggi itu dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, antara lain:
Keberadaan PT Gudang Garam Tbk, Kota Kediri menjadi pusat industri rokok terbesar di Indonesia.
Dengan adanya PT Gudang Garam Tbk, yang merupakan perusahaan rokok ternama dan penyumbang besar dalam perekonomian daerah.
Perusahaan ini menciptakan lapangan kerja yang luas dan berkontribusi besar terhadap sektor industri pengolahan, perdagangan, dan pajak daerah.
Kota Kediri adalah pusat perdagangan bagi wilayah sekitar, termasuk Kabupaten Kediri, Nganjuk, Tulungagung, dan Blitar.
Banyaknya pusat perbelanjaan, hotel, dan jasa keuangan ikut mendorong pertumbuhan ekonomi.
Infrastruktur yang Mendukung
Akses transportasi yang baik dengan jalur strategis di Jawa Timur mempermudah distribusi barang dan jasa.
Pengembangan infrastruktur, seperti rencana bandara dan jalan tol, semakin meningkatkan daya tarik ekonomi kota ini.
Kondisi ini menyebabnya banyaknya perguruan tinggi dan lembaga pendidikan menjadikan Kota Kediri sebagai pusat pendidikan di wilayah sekitarnya.
Rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang lengkap juga menarik pendapatan dari sektor jasa kesehatan.
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Meskipun bukan faktor utama, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kediri terus berkembang, terutama dengan ikon wisata seperti Monumen Simpang Lima Gumul dan destinasi religi.
Secara keseluruhan, dominasi industri rokok, perdagangan yang kuat, serta infrastruktur dan jasa yang berkembang pesat menjadi faktor utama yang membuat PDRB Kota Kediri tinggi dibandingkan daerah lain di Jawa Timur. **


