News

Korlantas Polri Sebut Ada 3 Titik Lemah Bagi Pengendara Disepanjang Tol Trans Jawa

×

Korlantas Polri Sebut Ada 3 Titik Lemah Bagi Pengendara Disepanjang Tol Trans Jawa

Sebarkan artikel ini
Tol Cipali

KITAINDONESIASATU.COM – Korps Lalulintas (korlantas) Mabes Polri mencatat ada tiga titik lemah bagi pengendara yang melintas di sepanjang Tol Trans Jawa. Antisipasi pun disiapkan menjelang masa libur Natal dan Tahun Baru yang akan berlangsung sebentar lagi.

Kepala Korlantas (Kakorlantas) Polri Irjen Aan Suhanan mengatakan, pihaknya mencatat ada tiga titik lelah yang berada di sepanjang Tol Trans Jawa. “Titik lelah itu ada di tol ruas delapan Batang-Semarang, Solo-Ngawi di KM 543, dan Ngawi-Surabaya,” katanya, yang dikutip Senin (16/12).

Dikatakan Irjen Aan, untuk mengantisipasi itu pihaknya telah memperbanyak kapasitas kendaraan di rest area (tempat istirahat). Itu agar nantinya sopir yang kelelahan bisa beristirahat terlebih dahulu guna meminimalisasi kecelakaan akibat kelelahan.

“Kami juga sudah pasangi counting di sana, yang menunjukkan bahwa lokasi ini sudah padat atau ini masih ada sisa dua kendaraan dan seterusnya. Kita terus perbaiki rest area,” ujar Irjen Aan.

Selain itu, sambung Aan, pihaknya mencatat ada 700 titik rawan kecelakaan maupun kemacetan yang sebagian besar berada di Pulau Jawa. Akan tetapi, untuk lokasi pastinya, pihaknya masih memetakan dan Korlantas telah mengidentifikasi titik rawan bencana di sepanjang jalur mudik.

“Di tol itu ada di 158 kalau tidak salah. Itu sudah diidentifikasi, namun itu hanya genangan saja. Untuk longsor kemarin, kita rapat koordinasi dengan BPJT (Badan Pengelola Jalan Tol) dan Bina Marga. Itu sudah dilakukan mitigasi di lokasi yang potensial terjadi bencana longsor,” terang Kakorlantas.

Terkait penerapan contra flow, Irjen Aan mengaku pihaknya telah melakukan evaluasi dalam penerapannya agar tidak terjadi lagi kepadatan kendaraan. Disamping itu petugas juga akan menyiapkan rambu-rambu agar kendaraan yang melintas berkendara dengan kecepatan 40 kilometer per jam.

Nanti juga petugas yang ada di lapangan akan memandu kendaraan agar kecepatan di contra flow bisa dikendalikan,” tukasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *