KITAINDONESIASATU.COM – Jumlah korban tewas akibat gempa bumi dahsyat yang mengguncang Myanmar terus bertambah. Hingga Selasa (1/4/2025), jumlah korban tewas yang telah ditemukan mencapai 2.719 orang. Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat, mengingat masih banyak korban yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 ini mengguncang wilayah utara Myanmar pada pekan lalu, menyebabkan kerusakan parah pada ribuan bangunan dan infrastruktur. Kota-kota besar seperti Mandalay dan Naypyidaw mengalami kerusakan terparah, dengan banyak bangunan runtuh dan jalanan retak.
Tim penyelamat dari berbagai negara telah dikerahkan untuk membantu upaya pencarian dan penyelamatan korban. Namun, upaya mereka terhambat oleh kondisi geografis yang sulit dan konflik bersenjata yang sedang berlangsung di beberapa wilayah terdampak.
“Kami menghadapi tantangan besar dalam menjangkau korban di daerah-daerah terpencil,” kata seorang petugas penyelamat dari Palang Merah Internasional. “Banyak jalan yang rusak atau terputus, dan kami juga harus berhati-hati dengan konflik yang sedang berlangsung.”
Selain korban tewas, ribuan orang lainnya mengalami luka-luka dan kehilangan tempat tinggal. Mereka membutuhkan bantuan mendesak berupa makanan, air bersih, tempat tinggal sementara, dan layanan kesehatan.
Pemerintah Myanmar telah mengumumkan keadaan darurat dan meminta bantuan internasional. Namun, respons internasional terhambat oleh konflik yang sedang berlangsung. Beberapa kelompok bantuan kemanusiaan menuduh pemerintah Myanmar menghalangi akses mereka ke wilayah terdampak.
Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut 50 anak dan dua guru tewas ketika gedung prasekolah mereka di Mandalay, Myanmar, runtuh saat gempa. Warga kini kesulitan air bersih dan sanitasi karena kerusakan infrastruktur yang masif. (*)


