KITAINDONESIASATU.COM – Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan dua korban tanag Longsor di Dusun Kebonangung, Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek.
Peristiwa tanah longor ini terjadi di RT 16 RW 07 Dusun Kebonagung sedikitnya ada 10 rumah terdampak yang tertimbun total material tanah longsor yang terjadi, Senin (19/5/2025).
Dari upaya pencarian yang dilakukan oleh tim gabungan akhirnya menemukan dua korban ditemukan meninggal dunia dari enam yang dinyatakan hilang pada hari sebelumnya.
Kedua korban itu masing-masing bernama Mesinem (90) dan Yatemi (70) keduanya meninggal dunia setelah tertimbun material tanah saat berada di rumah mereka.
Meski demikian Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki menjelaskan jika pihaknya belum berani memastikan secara pasti sebelum hasil identifikasi diumumkan oleh tim kesehatan.
Namun demikian dugaan jasad korban memang mengarah ke dua orang itu karena sejauh ini kondisi fisik masih bisa dikenali oleh warga masyarakat yang turut melakukan pencarian.
Bahkan identitas telah dikonfirmasi oleh keluarga korban dan tetangganya dan ditemukan di dalam rumah yang memang rumah itu juga milik korban.
Sementara dari temuan itu masih ada empat warga lainnya yang dinyatakan hilang sejak peristiwa tanah longsor itu terjadi.
Keempat warga yang dinyatakan hilang itu antara laian adalah Nitin (36), Tulus (65), Yani (50) dan Torik (2) semuanya warga Dusun Kebonagung, Kecamatan Bendungan, Trenggalek.
Dua korban yang ditemukan itu tertimbun material dan bekas reruntuhan rumah di dalam longsoran tanah, jenazah ditemukan sekitar pukul 15:00 WIB dan jenazah kedua pukul 16:01 WIB.
Lokasi penemuan jenazah juga sesuai prediksi dari hasil pelacakan Unit K9 atau anjing pelacak dari Polisi Satwa Polda Jatim sebanyak 2 ekor dan dari SDI SAR Dog Indonesia, bahkan marking dari Sardog sesuai dengan hasil penemuan.
Setelah ditemukan jenazah langsung dievakuasi dan diserahkan kekepolisian untuk dilakukan identifikasi oleh tim DVI, Inafis di RSUD dr Soedomo, Trenggalek.
Proses evakuasi membutuhkan waktu masing-masing sekitar 20 menit dan pasca penemuan operasi SAR ditutup karena cuaca dan akan dilanjutkan Jumat (23/5/2025) pagi. **


