NewsBerita Utama

Korban Santri Gontor 5 Magelang yang Tertimpa Tembok Kolam Berasal dari Surabaya, Tangerang dan Depok

×

Korban Santri Gontor 5 Magelang yang Tertimpa Tembok Kolam Berasal dari Surabaya, Tangerang dan Depok

Sebarkan artikel ini
gontor magelang2
Kondisi tembok yang ambrol saat pertugas BPBD Magelang sedang melakukan evakuasi korban, Jumat (25/4/2025). foto: BPBD Magelang

KITAINDONESIASATU.COM – Peristiwa memiluka terjadi di Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 5 Darul Qiyam, Dusun Mangunsari, Desa Gadingsari, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang menjelang sholat Jumat (25/4/2025).

Sebagai mana yang terjadi diding kolam penampung air di pondok ini ambrol hingga menimpa belasan santri yang sedang mandi dan mengantre di luar kamar kandi, hingga menyebabkan 4 santri meninggal dunia dan belasan lainnya luka-luka.

Dua Nyawa Melayang di Bojonegoro dan Tuban, Pelajar dan Nelayan Tewas Akibat Jalan Rusak dan Tabrakan Adu Banteng

Menurut keterangan yang diperoleh kitaindonesiasatu.com mengungkapkan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10:30 WIB beberapa jam sebelum pelaksanaan sholat Jumat di kampus 5 Pondok Gontor Magelang.

Jadwal Live Sepakbola Minggu, 27 April 2025: dari Liga Champions Asia, Afrika, Liga Inggris hingga Liga 1 Indonesia

Para korban yang tertimpa tembok diding kolam air yang ambrol itu seluruhnya para santri yang sedang mandi dan sebagian sedang mengantri, tiba-tiba dinding kolam air yang berada persis di belakang kamar mandi Asrama Gedung Aligarh roboh dan menimpa para santri.

Menurut keterangan dari pihak Pondok Gontor menyebutkan insiden robohnya didnding kolam itu terjadi lantara adanya tanah longsor yang berada di area belakang Gedung Aligarh, kawasan Pondok Modern Gontor 5 Magelang.

Nahas pada saat bersamaan ketika tembok ambrol banyak santri berada di area kamar mandi sebagaian sedang mandi dan sebagian lainnya lagi mengantre di luar, tertimpa rentuntuhan tembok setebal 50 cm, dengan panjang 15 meter dan ketinggian 3 meter.

Tembok yang ambrol itu menimpa kamar mandi, dimana pada saat bersamaan terdapat puluhan satri sedang mandi dan mengantre menunggu ngiliran.

Dari peristiwa ini 4 orang meninggal dan belasan lainnya luka-luka, korban meninggal kebanyakan akibat terhimpit pondasi dan mengalami fraktur di organ-organ vital para korban.

Koordinator Basarnas Unit Siaga SAR Borobudur, Basuki kepada media menjelaskan proses penyelamatan selesai pada Jumat (25/4/2025) sekitar pukul 23:30 WIB, setelah berlangsung selama 13 jam.

Ketebalan tembok kamar mandi sempat mempersulit proses evakuasi para korban yang terhimpit fondasi, dengan celah-celah ruangan yang sempit.

Dijelaskan oleh Basuki seluruh korban luka-luka sedang menjalani perawatan di RSUD Merah Putih Magelang, adapun 4 santri yang meninggal antara lain adalah:

  1. Wildan asal Surabaya, Jawa Timur
  2. Bima Arya asal Surabaya, Jawa Timur
  3. Reyfhan Hafidz asal Tangerang, Provinsi Banten
  4. Fadhil Hanafi asal Depok, Jawa Barat. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *