KITAINDONESIASATU.COM – Jumlah korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bandung Barat hingga Kamis, 25 September 2025, tercatat mencapai 1.333 orang. Dugaan sementara, para siswa terpapar kontaminasi masakan ayam yang tak segar.
Lonjakan ini membuat Badan Gizi Nasional (BGN) turun tangan dengan melakukan pemeriksaan dan evaluasi terhadap dapur MBG yang menyuplai menu bagi sekolah-sekolah di Cipongkor dan Cihampelas.
Hasil pemeriksaan menemukan dapur MBG menggunakan bahan baku ayam yang tidak segar.
Ratusan ekor ayam dibeli pada Sabtu, namun baru dimasak empat hari kemudian pada Rabu setelah disimpan di lemari pendingin.
Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menyebut keteledoran ini sebagai hal yang “di luar nalar”.
“Saya juga tidak mentolerir bahan baku, bahan baku yang dipakai bila tidak fresh. Karena kejadian di Bandung ini sungguh di luar nalar,” kata Nanik saat ditemui di Gedung BGN di Jakarta Pusat, Jumat 26 September 2025.
Menurutnya, meski penyimpanan ayam dalam jumlah kecil masih bisa dimaklumi, kondisi berbeda terjadi di Bandung Barat.
“Bagaimana bahan baku dalam kondisi tidak fresh, ayam dibeli di hari Sabtu, baru dimasak di hari Rabu,” imbuhnya lagi.
Sebanyak 350 ayam disimpan selama empat hari, sesuatu yang jelas melanggar SOP yang telah ditetapkan BGN.
Nanik menegaskan bahwa kelalaian ini tidak dapat ditolerir, terutama karena berdampak pada ribuan siswa penerima program MBG.
“Memang kalau di rumah ya enggak apa-apa itu dua ayam kita nyimpannya. Tapi, kalau 350 ayam, freezer mana yang kuat menyimpan? Jadi ada berbagai hal, kami sudah mengeluarkan tindakan-tindakan,” ujar Nanik. (*)


