Menuai Keraguan dari Komunitas Arkeologi
Meskipun menarik imajinasi publik, temuan ini tidak lepas dari kritik tajam para arkeolog konvensional.
Zahi Hawass, arkeolog ternama Mesir, menyebut klaim ini tidak berdasar secara ilmiah dan mempertanyakan validitas teknologi radar yang digunakan untuk mendeteksi objek ribuan kaki di bawah permukaan tanah.
Ia menegaskan bahwa metode ilmiah harus diuji melalui ekskavasi nyata, bukan hanya data radar.
Teori Peradaban Kuno yang Terhapus Bencana
Yang membuat klaim ini semakin kontroversial adalah garis waktu yang diusulkan oleh tim peneliti. Mereka menduga struktur bawah tanah ini dibangun oleh peradaban kuno yang berusia sekitar 38.000 tahun, jauh lebih tua dibanding estimasi umum piramida yang berada di kisaran 4.500 tahun.
Biondi dan rekan-rekannya mengaitkan penemuan ini dengan teori tabrakan komet yang diyakini terjadi sekitar 12.800 tahun yang lalu, yang memusnahkan peradaban maju pada Zaman Batu, seperti budaya Clovis di Amerika Utara.
Teori ini didukung oleh ahli geologi James Kennett, yang mengamati adanya penurunan drastis populasi setelah peristiwa bencana global tersebut.

