News

Konservasi Gunung Sigogor Ponorogo yang Tidak Banyak Diketahui

×

Konservasi Gunung Sigogor Ponorogo yang Tidak Banyak Diketahui

Sebarkan artikel ini
Cagar Alam Gunung
Peta Cagar Alam Gunung Sigogor Ngebel Ponorogo

KITAINDONESIASATU.COM – Tidak banyak yang mengetahui jika wilayah Ponorogo, Jawa Timur juga memiliki kawasan konservasi terletak di Gunung Sigogor, Desa Pupus kawasan Telaga Ngebel, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Keberadaan cargar alam Gunung Sigor masuk unit pengelolaan Resort Konservasi Wilayah 6, Seksi Konservasi wilayah II Bojonegoro, Bidang KSDA wilayah I Madiun.

Cagar alam Gunung Sigogor di tunjuk sebagai cagar alam berdasarkan SK : GB No. 23 Stbl. 471, 4 September 1936 dengan luas 190,5 Ha.

Cagar Alam Gunung Sigogor terletak di Desa Pupus, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo. Panjang jalur batas kawasan sepanjang 19,71 km dan telah direalisasikan sepanjang 19,71 km saat rekonstruksi kawasan tahun 1986. Jumlah pal batas sebanyak 364 buah pal batas.

Tipe ekosistem dari Cagar Alam Gunung Sigogor adalah Hutan hujan tropis pegunungan memiliki potensi flora didominasi oleh pasang (Quercus sondaica), jamuju (Podocarpus imbricatus), rasamala (Altingia excelsa), dali (Radermachera gigantea), wesen (Dodoneca viscosa), kodokan (Macropanax dispermum), morosowo (Engelhardis spicata), embacang (Mangifera foetida), puspa (Schima wallichii), salam (Eugenia polyantha), dan lain-lain.

Sedangkan untuk jenis faunanya seperti rangkok (Buceros rhinoceros), elang bondol (Haliastur indus), raja udang (Halchyon chloris), dan tulum tumpuk (Megalaima javanensis).

Beberapa jenis mamalia seperti macan tutul (Panthera pardus), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), lutung (Presbytis cristata), dan lain-lain.

Sejarah pengelolaan kawasan berdasarkan peta OTF Fist Editions AMS 1 tahun 1942 pegunungan Wilis terusun dari beberapa gunung antara lain Gunung Wilis ketinggian 2.169 Mdpl, Puncak Ngliman (2.563 Mdpl) serta gunung lain tersebar di sejumlah wilayah selingkar wilis.

Beberapa gunung masuk wilayah Kediri, Nganjuk, Madiun, Ponorogo Trenggalek dan Tulungagung yang semuanya memiliki gunung-gunung dengabn nama-nama sebagai berikut:

Penyebaran puncak gunung di Kabupaten Ponorogo antara lain gunung Dorowati 2207 Mdpl, Merning 2204 Mdpl, Argo Tawang 2284 Mdpl, Tugel 2174 Mdpl, Argo Kalang 2142 Mdpl, Wilis Zuid 1850 Mdpl, Wolan
1780 Mdpl, Dudha Karim 1894 mdpl, Jeding 1612 mdpl, Tumpak Candu 1602 mdpl, Gayungan 1266 mdpl, Beser 1328 mdpl, Patuk Banteng 1630 mdpl, Wader Gandul 1405 mdpl, Banyon 1175 mdpl, Picis 1170 mdpl, Segogor 1181 mdpl, dan Puncak Gunung Kemlandingan 1379 mdpl.

Sementara status perlindungan kawasan Cagar Alam Sigogor sediri sudah dimuali sejak zaman Belanda pada tahun 1936 dalam bentuk Natuurmonument seluas 190,5 ha yang dituangkan dalam SK Gubernur Jenderal Hindia Belanda Nomor 23 Stbl 471 tertanggal 4 Seotember 1936 dengan pertimbangan keanekaragaman jenis tumbuhan.

Pada tahun 2011, Kementerian Kehutanan menguatkan Cagar Alam Gunung Sigogor sebagai salah satu kawasan hutan Provinsi Jawa Timur sebagaimana Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : SK.395/KPts-II/2011 tanggal 21 Juli 2011.

Disebutkan juga tipe ekosistem Cagar Alam Gunung Sigogor adalah hutan hujan tropis pegunungan yang ditandai dengan adanya strata tajuk pohon yang terdiri dari 3 sampai 4 lapisan dengan komposisi yang relatif beragam.

Tipe Ekosistem Cagar Alam Gunung Sigogor adalah hutan hujan tropis pegunungan yang ditandai dengan adanya strata tajuk pohon yang terdiri dari 3 sampai 4 lapisan dengan komposisi yang relatif beragam.

Berdasarkan peta Geologi Propinsi Dati I Jawa Timur skala 1 : 500.000 yang dikeluarkan oleh Badan Inventarisasi dan Tata Guna Hutan Tahun 1977 kawasan Cagar Alam Gunung Sigogor terdiri dari Batuan Vulkanik.

Sedangkan berdasarkan peta Tanah propinsi Dati I Jawa Timur skala 1:500.000 yang dikeluarkan oleh Badan Inventarisasi dan Tata Guna Hutan.

Data selengkapnya Cagar Alam Sigogor dapat ditemukan di tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *