KITAINDONESIASATU.COM – Minggu, 18 Agustus 2024, tiga pasukan penjaga perdamaian Unifil mengalami luka ringan akibat ledakan saat berpatroli di kota perbatasan Yarin, Lebanon.
Sumber dari Unifil mengindikasikan bahwa ledakan tersebut mungkin disebabkan oleh serangan udara Israel di sekitar lokasi. Penyelidikan kejadian ini masih berlangsung.
Pertempuran antara Hizbullah dan Israel meningkat akhir pekan ini meski ada upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan dan mencegah serangan dari Hizbullah dan Iran terhadap Israel.
Serangan Israel pada Sabtu lalu menewaskan 10 pekerja Suriah dan keluarga mereka di Nabatieh, Lebanon selatan, dalam sebuah serangan terhadap depot senjata Hizbullah.
Hizbullah membalas dengan menembakkan 55 rudal ke kota Ayelet HaShahar, Israel utara.
Setelah 10 bulan konflik, ancaman perang skala penuh tampak lebih serius. Konflik dimulai dengan peluncuran roket Hizbullah sebagai bentuk solidaritas terhadap serangan Hamas pada 7 Oktober.
Hizbullah dan Iran berjanji akan membalas pembunuhan kepala staf militer Hizbullah Fuad Shukr dan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh, meski Israel tidak mengklaim bertanggung jawab atas kematian Haniyeh.
Hizbullah juga merilis video yang menunjukkan truk-truk dengan rudal di jaringan terowongan mereka, yang mereka klaim hanya sebagian kecil dari kapasitas mereka.
Diplomat Barat mengungkapkan kesulitan dalam berkomunikasi langsung dengan Hizbullah, yang mempersulit upaya gencatan senjata.
Pembicaraan gencatan senjata mungkin menunda serangan, tetapi Hizbullah tetap berkomitmen untuk melakukan balasan terpisah dari konflik di Gaza jika diperlukan.
Menteri luar negeri Inggris dan Prancis memperingatkan bahwa situasi saat ini sangat berisiko dan dapat menyebabkan konflik yang lebih parah.- ***
Sumber: The Guardian

