Ia menerima banyak laporan positif dari masyarakat yang merasa terbantu dengan hilangnya perjudian di sekitar upacara adat.
“Banyak istri yang mengeluh tentang suami mereka yang kecanduan judi, bahkan terjadi kekerasan dalam rumah tangga. Setelah penggerebekan, keluhan-keluhan tersebut berkurang,” ungkap Reny.
Meskipun menghadapi perlawanan dari oknum-oknum yang merasa dirugikan, termasuk ancaman hukum dari pengacara yang menuduhnya merusak adat, Reny tetap teguh pada pendiriannya.
“Saya tidak takut. Mereka mengklaim itu bukan judi, tetapi saya tahu adat saya. Saya tahu mana yang benar dan mana yang salah,” tegasnya.
Kini, Reny diusulkan oleh Polres Barito Utara untuk mendapatkan penghargaan dalam ajang Hoegeng Corner 2024 atas dedikasinya menjaga adat Wara dari praktik perjudian yang merusak.***


Respon (1)