Sementara itu, pada kategori Debat Bahasa Inggris, 16 tim SMP dan SMA menggunakan format Asian Parliamentary. Tiga pembicara dalam tiap tim bergantian menyampaikan argumen, sanggahan, hingga penutup. Pertarungan ide berlangsung ketat, dengan penilaian berfokus pada kekuatan argumen, struktur bahasa, dan cara penyampaian.
Kompetisi ini tak hanya menjadi ajang adu prestasi, tetapi juga sarana mempersiapkan siswa-siswi Banjarmasin menghadapi persaingan global yang kian menuntut penguasaan bahasa asing. (Anang Fadhilah)****

