News

Komentar Dokter Tan Shot Yen Meledak Usai Cucun Syamsurijal Sebut SPPG Tak Perlu Ahli Gizi

×

Komentar Dokter Tan Shot Yen Meledak Usai Cucun Syamsurijal Sebut SPPG Tak Perlu Ahli Gizi

Sebarkan artikel ini
Komentar Dokter Tan Shot Yen Meledak Usai Cucun Syamsurijal Sebut SPPG Tak Perlu Ahli Gizi
Komentar Dokter Tan Shot Yen Meledak Usai Cucun Syamsurijal Sebut SPPG Tak Perlu Ahli Gizi

KITAINDONESIASATU.COM – Pernyataan Cucun Syamsurijal kembali menuai polemik setelah ia menyebut tidak akan melibatkan ahli gizi dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ucapan itu disampaikannya saat konsolidasi SPPG di Kabupaten Bandung, di mana ia mengungkapkan rencana mengubah istilah “ahli gizi” menjadi “tenaga yang menangani gizi”.

Cucun bahkan mengatakan tidak akan memakai tenaga ahli gizi dan meminta Kadinkes memberikan pelatihan selama tiga bulan kepada lulusan SMA untuk menggantikan posisi tersebut. Hal ini langsung mendapat respons dari banyak pihak, termasuk Tan Shot Yen, seorang dokter, ahli gizi, penulis, sekaligus intelektual publik.

Melalui unggahan di akun Instagram @drtanshotyen pada 17 November 2025, ia mengutarakan keprihatinannya. Ia menulis, “Semakin terang bederang dengan siapa kita ‘berperang’,” sebagai pembuka.

Dalam unggahan itu, Tan Shot Yen menyusun lima poin penting yang menurutnya perlu diperhatikan masyarakat. Ia juga menyinggung bahwa Presiden Prabowo Subianto seperti sedang diserang dari pihak internal. “Boleh gak sih jika saya bilang Presiden sedang ditikam dari belakang?,” ungkapnya.

Lima poin yang ia paparkan menyoroti sejumlah masalah. Pertama, ia menilai SPPG kini berubah menjadi proyek dengan kinerja buruk yang membuat kepercayaan publik merosot. Kedua, ia menegaskan bahwa SPPG tanpa ahli gizi sama seperti pesawat tanpa pilot. Ia menuliskan, “Cukup ground staff yang diberi les 3 bulan lalu suruh bawa boeing atau airbus. Air crash tak terelakan tebak siapa yang dihujat? Program gagal katanya. Gak perlu percaya lagi pemerintah,” ujarnya.

Pada poin ketiga, ia menilai SPPG tanpa keterlibatan ahli gizi akan kehilangan kontrol dan justru berubah menjadi proyek bagi-bagi uang yang diisi produk ultra proses. Ia menambahkan, “Matinya kepakaran. Ahli gizi disamakan seperti tukang masak dan tenaga bebersih. Gak heran posting SPPG cuma diisi angka-angka hitungan kalori. Bukan kualitas pangan, anak obses makin gendut, anak normal jadi kecanduan jajan. Ibu-ibu miskin miskin literasi makin hepi karena hemat uang jajan, ibu-ibu cerdas kian cemas,” tandasnya.

Pada poin kelima, ia menyebut bahwa martabat profesi hilang karena tirani keserakahan dan kekuasaan. Unggahannya pun langsung dibanjiri komentar dari warganet.

Sejumlah respon muncul, seperti, “Saya lebih percaya proyek balas budi,” tulis akun @mels_anggra. Komentar lainnya berbunyi, “Say it louder dok,” dari akun @ginadriani. Sementara akun @muthia_sarihandayani menambahkan, “Habis nonton vide dari bapak yang katanya wakil kita (Rakyat). Segitunya, Tuhan beri keselamatan dan perlindungan untuk rakyat Indonesia semuanya,” merespons pernyataan Tan Shot Yen tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *