KITAINDONESIASATU.COM – Kota Bogor bertekad menciptakan perubahan signifikan dalam penanganan kemiskinan ekstrem. Dipelopori oleh Kepala Bapperida, Rudy Mashudi, inisiatif ini melibatkan kolaborasi dengan sembilan organisasi filantropi dan dua badan pemerintahan, menandai langkah berani dan inovatif untuk masa depan yang lebih baik bagi warga Bogor.
Pemerintah Kota Bogor, melalui inisiatif Kepala Bapperida Rudy Mashudi, meluncurkan proyek perubahan untuk mempercepat penanganan kemiskinan ekstrem. Kolaborasi ini melibatkan sembilan organisasi filantropi dan dua badan terkait, yang bertujuan menciptakan sinergi baru dalam upaya sosial.
Penjabat Wali Kota Bogor, Hery Antasari, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang berkomitmen dalam upaya bersama ini.
“Mari kita mulai dengan konsep baru ini dari Kampung Pabuaran, RW 06, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan,” kata Hery, kepada kitaindonesiasatu.com, di Gedung Balai Kota Bogor.
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PMK, Nunung Nuryanto, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penanganan kemiskinan ekstrem. Ia menilai bahwa strategi yang diterapkan di Kota Bogor dapat menjadi contoh bagi daerah lain, dengan memanfaatkan basis data terverifikasi dari tingkat RT/RW.
Nunung berharap inisiatif ini dapat diadopsi oleh kabupaten dan kota lain di Indonesia dengan dukungan dari filantropi. Direktur Salam Aid, Lutfie Kurnia, mengungkapkan bahwa keterbukaan data di Kota Bogor memungkinkan intervensi yang lebih efektif, sebuah pendekatan baru bagi lembaga kemanusiaan.
Dengan keterlibatan lembaga filantropi, Lutfie menyampaikan rasa terima kasihnya atas kesempatan bersinergi menuju tujuan bersama mengurangi tingkat kemiskinan hingga 0 persen. (Nicko)


