News

Kolaborasi Lintas Agama, Festival ICMI di Bogor Menghadirkan Harapan Baru untuk Cegah Stunting

×

Kolaborasi Lintas Agama, Festival ICMI di Bogor Menghadirkan Harapan Baru untuk Cegah Stunting

Sebarkan artikel ini
dedie a rachim
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, secara simbolis membuka Festival ICMI Islamic Festival 2025 sekaligus meluncurkan Gerakan Umat Beragama Peduli Stunting (KIS/IST).

KITAINDONESIASATU.COM– Menyambut semangat kolaborasi dan kepedulian sosial, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, secara simbolis membuka Festival ICMI Islamic Festival (BiiF) 2025 sekaligus meluncurkan Gerakan Umat Beragama Peduli Stunting (Gema Stunting) di Mall Botani Square pada Sabtu, 8 Maret 2025 kemarin.

Acara spektakuler ini berlangsung selama sembilan hari, dari 8 hingga 16 Maret nanti, dengan rangkaian kegiatan yang menarik dan bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Dedie A. Rachim mengungkapkan pentingnya sinergi antara berbagai elemen masyarakat dalam menghadapi tantangan sosial. 

“Kami menyambut baik kegiatan ICMI Kota Bogor, dan ke depan Festival ini akan menjadi salah satu calendar of events yang kita laksanakan setiap tahun untuk terus berkiprah dalam kebaikan,” ujar Dedie.

Kegiatan kali ini mencakup beragam agenda, seperti ICMI Islami Film Festival, festival qasidah dan marawis, Sanlat on the Mall, Islamic Book Fair, bedah buku, hingga pembagian 12.000 takjil di enam kecamatan.

Dalam konteks penanganan isu stunting, Dedie menekankan perlunya partisipasi lintas agama. 

“Ke depan, Pemkot Bogor ingin dibersamai dalam mencari solusi terhadap berbagai persoalan, termasuk masalah sampah yang lazim menjadi penyebab banjir. Saya ingin mendorong pesan kepada ICMI serta tokoh lintas agama untuk memulai gerakan ‘Bogor Bersih’,” paparnya. 

Ketua ICMI Orda Kota Bogor, Arief Badrudin, menjelaskan bahwa Gema Stunting berfungsi sebagai fasilitator untuk edukasi mengenai pencegahan dan penanganan stunting.

“Kita tahu pemerintah memiliki banyak program yang menyasar berbagai kalangan. Namun, lintas agama belum tersentuh. Melalui kerja sama ini, setiap tokoh agama akan menjadi fasilitator,” jelas Arief. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *