KITAINDONESIASATU.COM – Pada 28 Desember, sebuah pesawat Boeing 737-800 milik KLM Royal Dutch Airlines melakukan pendaratan darurat di Bandara Oslo Torp Sandefjord setelah menghadapi masalah saat mendekati landasan.
Pesawat dengan nomor penerbangan KL1204 ini tergelincir keluar dari landasan pacu dan berhenti di area berumput setelah mendarat. Meski demikian, seluruh 182 orang di dalam pesawat, yang terdiri dari 176 penumpang dan enam awak, dilaporkan selamat tanpa luka.
Pesawat tersebut sebelumnya telah dialihkan ke Bandara Sandefjord Torp, yang berjarak sekitar 110 kilometer dari Bandara Oslo, setelah mengalami kerusakan pada sistem hidroliknya.
Kerusakan ini diyakini sebagai faktor penyebab insiden tergelincirnya pesawat.
KLM mengungkapkan bahwa meskipun pendaratan darurat berlangsung aman, pesawat kehilangan kendali setelah menyentuh landasan dan keluar dari sisi kanan landasan pacu.
Maskapai tersebut memastikan tidak ada korban luka dalam insiden ini, sementara penyelidikan tengah dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kegagalan sistem hidrolik.
Kejadian ini merupakan kecelakaan penerbangan ketiga dalam 24 jam terakhir, menyusul insiden tragis di Korea Selatan yang diperkirakan menewaskan 179 orang, serta pendaratan darurat penerbangan Air Canada di Bandara Internasional Halifax Stanfield karena kerusakan roda pendaratan.
Otoritas penerbangan kini fokus menyelidiki kemungkinan kegagalan sistem hidrolik yang berperan dalam insiden di Bandara Oslo Torp.- ***
Sumber: The Express Tribune

