Oleh karena itu, edukasi yang menyeluruh kepada semua lapisan masyarakat sangat penting dalam menekan angka penularan HIV/AIDS.
“Pendidikan dan pemahaman lebih baik dibandingkan penghakiman terhadap perilaku seksual tertentu yang meningkatkan risiko penularan,” ujar Amrina.
Lebih lanjut, Amrina mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan kepada penderita HIV/AIDS, bukan diskriminasi.
Dengan pendekatan yang inklusif dan penuh pengertian, diharapkan stigma terhadap penderita HIV/AIDS dapat hilang, sehingga upaya pencegahan dan pengobatan bisa lebih efektif dan berhasil. (dimas/aps)



