KLB dan Pemahaman Publik
Amrina Rosyada, penggiat HIV/AIDS di Kabupaten OKI, mengungkapkan pentingnya peningkatan pemahaman tentang HIV/AIDS di kalangan masyarakat, media, dan pemangku kepentingan.
Amrina yang juga Ketua Lembaga Sosial Masyarakat Sahabat Pelangi, menjelaskan bahwa jumlah pengidap AIDS di OKI sebenarnya kurang dari 50 jiwa, dan angka tersebut tidak bisa dihitung dalam satu tahun karena jumlahnya bisa bertambah atau berkurang.
“Jika jumlahnya sudah belasan ribu, itu akan menjadi kejadian luar biasa (KLB). Tetapi jumlah ini tidak bisa diakumulasi dalam satu tahun karena kasusnya bisa berubah setiap waktu,” kata Amrina, yang juga merupakan anggota DPRD Ogan Ilir.
Menghapus Stigma Negatif
Amrina juga mengajak masyarakat untuk menghilangkan stigma negatif terhadap penderita HIV/AIDS.
Ia menekankan bahwa stigma ini menjadi hambatan utama dalam upaya pencegahan dan pengobatan HIV/AIDS.
“HIV/AIDS adalah masalah kesehatan yang dapat ditangani jika pasien mendapatkan akses pengobatan yang tepat dan dukungan yang sesuai,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa stigma sering kali membuat pasien enggan untuk memeriksakan diri atau menjalani pengobatan.



