“Kita berharap agar seluruh pejabat publik menggunakan hati nurani dalam berkomunikasi dengan pihak manapun. Ini persoalan etika dan keberpihakan. Jadi, kami memohon sekali lagi kepada Gus Miftah untuk meminta maaf kepada pedagang kaki lima tersebut,” tegasnya.
Lebih lanjut, Mansuri menyatakan bahwa IKAPPI siap memfasilitasi pertemuan antara Gus Miftah dan pedagang yang bersangkutan untuk menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan.
“Langkah ini tidak hanya akan memperbaiki hubungan, tetapi juga menunjukkan kebesaran hati Gus Miftah sebagai tokoh agama dan pejabat publik,” tandasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Gus Miftah belum memberikan tanggapan resmi atas kritik tersebut. Acara tabligh akbar di mana ucapan itu terjadi dihadiri ribuan jamaah dan sejumlah pedagang kecil yang menjajakan dagangan mereka di sekitar lokasi. (Aldi)



