BOGOR, KITAINDINESIASATU.COM– Malam minggu yang seharusnya menjadi waktu persiapan ibadah dan berbuka puasa, berubah menjadi duka mendalam di Kampung Rawa Sedek, RT 01 RW 04, Desa Megamendung, Kecamatan Megamendung.
Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut sejak sore hari, Sabtu 5 Juli 2025 kemarin, memicu longsor yang menewaskan satu orang santri dan merusak puluhan rumah serta bangunan pondok pesantren.
Ketua RT 01/04, Endang Supardi, menuturkan bahwa peristiwa longsor terjadi secara tiba-tiba, tepat pada pukul 17.30 WIB, saat langit masih diguyur hujan deras.
“Waktu kejadian malam minggu kemarin, hujan sangat deras. Tiba-tiba terjadi longsor menjelang Magrib, tepatnya sekitar pukul setengah enam sore,” ungkap Endang saat ditemui di lokasi kejadian, Senin 7 Juli 2025.
Longsor itu menerjang salah satu pondok pesantren di wilayah tersebut. Saat kejadian, dua orang santri berada di dapur pondok untuk menyiapkan hidangan buka puasa. Suara gemuruh tanah yang bergerak mengejutkan seisi pondok.
“Satu santri langsung loncat menyelamatkan diri. Yang satu lagi sempat berusaha keluar, tapi sedikit terlambat karena longsor sudah masuk ke area dapur. Santri itu meninggal dunia di tempat, tertimbun reruntuhan bangunan,” jelas Endang.
Korban diketahui berusia 22 tahun, berasal dari Cianjur. Jenazahnya telah dievakuasi dan langsung dibawa ke rumah duka di kampung halamannya oleh pihak pesantren dan keluarga.
Sementara itu, santri yang selamat langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai kondisi terakhir korban selamat tersebut.
Tak hanya memakan korban jiwa, longsor juga menyebabkan kerusakan yang cukup luas. Puluhan rumah warga dan bangunan pondok pesantren terdampak material longsor. Selain itu, sistem aliran air di wilayah tersebut menjadi terganggu.



