Selain faktor lingkungan, vaksinasi influenza tahunan juga menjadi langkah penting untuk mencegah kasus berat dan komplikasi yang mungkin timbul.
“Vaksinasi terbukti efektif menurunkan risiko rawat inap, pneumonia, dan kematian, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta individu dengan penyakit kronis atau imun lemah,” tegasnya.
Meski efektivitas vaksin dapat menurun pada usia lanjut, Dr Desdiani menegaskan bahwa manfaatnya tetap signifikan dalam mengurangi tingkat keparahan penyakit.
“Vaksin bukan hanya melindungi individu, tetapi juga membantu membangun kekebalan komunitas, sehingga dapat menekan potensi wabah luas,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), termasuk etika batuk, penggunaan masker saat sakit, serta menjaga kebersihan udara dan lingkungan.
“Perubahan iklim dan penurunan kualitas udara bukan sekadar isu lingkungan, tetapi juga masalah kesehatan publik. Karena itu, mitigasi lingkungan harus menjadi bagian dari strategi pencegahan penyakit menular,” ujarnya.
Menutup penjelasannya, Dr Desdiani mengingatkan bahwa vaksinasi influenza dan kesadaran lingkungan harus berjalan beriringan.
“Di tengah kondisi iklim yang semakin ekstrem, dua hal ini menjadi kunci utama untuk menjaga daya tahan masyarakat dan mencegah wabah besar,” pungkasnya. (Nicko)



