KITAINDONESIASATU.COM – Kabinet keamanan Israel menyetujui kesepakatan gencatan senjata untuk menukar sandera yang ditahan Hamas dengan tahanan Palestina di penjara Israel.
Kesepakatan ini juga akan menghentikan perang selama 15 bulan di Gaza selama enam minggu pertama.
Demikian ditulis The Guardian pada 17 Januari 2025.
Keputusan tersebut sebelumnya sempat tertunda karena perbedaan pandangan di antara anggota kabinet dan ancaman dari kelompok sayap kanan dalam pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Presiden Israel, Isaac Herzog, menyambut baik langkah ini, menyebutnya sebagai bentuk tanggung jawab negara terhadap warga negaranya.
Namun, Itamar Ben-Gvir, menteri keamanan nasional, mengancam akan mundur dari pemerintahan jika gencatan senjata disetujui, meskipun akhirnya kabinet memberikan suara mayoritas mendukung kesepakatan tersebut.
Tahap pertama dari kesepakatan ini mencakup pembebasan 33 sandera oleh Hamas, termasuk anak-anak, perempuan, dan pria di atas 50 tahun.
Sebagai imbalan, Israel akan membebaskan 50 tahanan Palestina untuk setiap tentara perempuan yang dibebaskan dan 30 tahanan untuk kategori lainnya.
Pembebasan ini akan dilakukan secara bertahap selama 42 hari, dimulai pada hari Minggu.
Kesepakatan ini juga memungkinkan pengungsi Palestina bergerak lebih leluasa di Jalur Gaza, meningkatkan bantuan kemanusiaan, dan evakuasi korban luka untuk perawatan medis di luar negeri.
Pada tahap berikutnya, akan dibahas penarikan penuh Israel dari Gaza, pertukaran jenazah, dan rencana rekonstruksi wilayah tersebut.
Gencatan senjata ini disambut baik oleh para pemimpin G7, yang menyatakan pentingnya memanfaatkan kesempatan ini untuk meredakan krisis kemanusiaan di Gaza dan mendorong perdamaian yang berkelanjutan.
Namun, situasi tetap tegang. Serangan udara Israel masih berlanjut di Gaza meskipun gencatan senjata telah diumumkan, menewaskan puluhan warga Palestina.
Kesepakatan ini menjadi langkah penting, tetapi pelaksanaannya akan diawasi ketat oleh berbagai pihak untuk memastikan stabilitas dan perdamaian di kawasan tersebut.- ***
Sumber: The Guardian



