“Melalui pertunjukan wayang golek, kami berharap masyarakat dapat lebih mudah memahami dampak buruk judi online, sambil turut melestarikan budaya bangsa,” kata Filmon.
Ia menambahkan, judi online memiliki dampak serius, mulai dari kecanduan, menurunnya produktivitas, hingga masalah sosial dan ekonomi, seperti perceraian dan tindak kriminal.
Filmon juga mengingatkan bahwa judi online tidak hanya merugikan individu, tetapi juga berdampak pada perekonomian negara. Uang yang seharusnya digunakan untuk kegiatan produktif malah digunakan untuk judi online, yang justru menambah masalah sosial.
Ia berharap melalui sosialisasi ini, masyarakat dapat lebih berhati-hati dan berperan aktif dalam memberantas judi online.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin terus mengurangi jumlah pengguna judi online. Kami juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan konten judi online melalui platform aduankonten.id,” tambah Filmon.
Pertunjukan Wayang Golek kali ini menghadirkan dalang Yogaswara Sunandar Sunarya dari Giriharja 3 Bandung, yang berkolaborasi dalam dialog interaktif bersama Filmon dan Kadiskominfo Garut, serta tokoh pewayangan Cepot.
Dalam dialog tersebut, dibahas langkah-langkah pemerintah dalam memberantas judi online dan pentingnya peran serta masyarakat dalam melaporkan konten terkait judi online.***

