“Ada 23,27 hektar lahan kritis yang akan ditanami dengan 10.718 tanaman keras dan buah-buahan, seperti petai dan buah gedong gincu. Kami prioritaskan penanaman di hutan sumber mata air dan lahan kritis lainnya,” ungkap Dedi Supandi.
Ia juga menambahkan bahwa Pemkab Majalengka memperbanyak penanaman pohon mangga gedong gincu, mengingat permintaan mangga jenis ini yang tinggi, sementara lahan kebun di Majalengka masih terbatas. ***

