KITAINDONESIASATU.COM – Pemerintah akan melibatkan mahasiswa untuk mengembangkan program cetak sawah satu juta hektare. Bahkan, mereka pun dijanjikan imbalan pendapatan Rp10 juta kepada mahasiswa yang terlibat.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, saat ini pihaknya telah melibatkan 3.000 mahasiswa melalui program Merdeka Belajar ke lapangan. Mereka didorong untuk menciptakan klaster pertanian modern dengan menggunakan teknologi tinggi.
Nantinya, yang mengoperasikan dan mengelola teknologi pertanian itu adalah mahasiswa atau generasi muda. “Kemudian pendapatannya diberikan kepada mereka. Kami hitung minimal Rp10 juta per bulan,” kata Amran, yang dikutip Minggu (22/9).
Amran menambahkan, generasi muda adalah ujung tombak kemajuan Indonesia yang memiliki bonus demografi. Artinya, sekitar 50 persen hingga 60 persen penduduk merupakan masyarakat usia produktif. “Kata kuncinya anak muda diberi ruang untuk untung dan beri teknologi tinggi,” ujarnya.
Program cetak sawah satu juta hektare sendiri akan dilakukan di lahan rawa dan biasa untuk mengantisipasi perubahan iklim yang bisa mengganggu produksi beras.
Amran menyebut percepatan itu merupakan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan presiden terpilih, Prabowo Subianto. Pasalnya, saat ini telah terjadi darurat pangan yang tidak lagi bisa ditunda. (*)


