News

Kemenhub Keluarkan Kajian, KRL Berbasis NIK Atau Tarif Naik Rp1.000

×

Kemenhub Keluarkan Kajian, KRL Berbasis NIK Atau Tarif Naik Rp1.000

Sebarkan artikel ini
KRL
Ilustrasi KRL Commuter Line. (Fotp: Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Kementerian Perhubungan berencana menaikkan tarif tiket kereta rel listrik (KRL) sebesar Rp1.000. Kenaikan itu sendiri sebagai salah satu opsi setelah sebelumnya rencana tiket KRL menjadi berbasis NIK menimbulkan pro dan kontra.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Risal Wasal mengatakan, rencana kenaikan tarif tiket KRL telah melalui berbagai kajian. Hal ini sebagai pilihan di tengah polemik subsidi KRL diubah menjadi berbasis NIK.

“Namun rencana kenaikan ini masih menunggu keputusan dari pemerintah. Tapi itu belum diputuskan, untuk penerapannya belum. Kajian itu ada, hanya cuma naik Rp1.000,” kata Risal yang dikutip Kamis (12/9).

Baca Juga  Prabowo Dapat Anggaran Rp307 Triliun untuk Subsidi BBM, LPG dan Pupuk di Tahun Pertama Menjabat

Risal menegaskan Kemenhub belum mengambil sikap apapun terkait rencana kenaikan tarif KRL begitu juga dengan rencana menjalankan skema subsidi KRL berbasis NIK. Ia menekankan masih menunggu arahan, terutama dari pemerintahan baru yang dipimpin presiden terpilih 2024-2029 Prabowo Subianto.

“Sampai sekarang belum juga ya (kenaikan tarif KRL) karena belum ada keputusan apakah itu naik atau tidaknya. Tunggu saja, kita tunggu kabinet (pemerintahan) baru, baru kita seperti apa arahnya ya. Kalau tebak-tebakan tidak keren juga,” terang Risal.

Sebelumya diberitakan, isu perubahan penyaluran subsidi tiket KRL menjadi berbasis NIK muncul dalam Dokumen Nota Keuangan APBN 2025. PT Kereta Api Indonesia (KAI) mendapat anggaran belanja subsidi public service obligation (PSO) senilai Rp4,79 triliun, salah satunya untuk KRL Commuter Line.

Baca Juga  Semakin Viral, Denny Cagur Dipanggil Polisi Urusan Judi Online

Kebijakan itu awalnya bertujuan untuk meningkatkan efisiensi penyaluran subsidi sekaligus memastikan subsidi tepat sasaran. Selama ini, subsidi untuk tiket KRL Jabodetabek telah diberikan secara menyeluruh kepada semua pengguna tanpa memandang latar belakang ekonomi mereka.

Namun, pemerintah menyadari bahwa subsidi yang diberikan secara merata ini tidak optimal serta cenderung membebani anggaran negara. Akibatnya kebijakan ini telah menuai kontrak dari kalangan masyarakat terutama pengguna jasa KRL (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *