News

Kematian Putri Pelajar SMA Jombang, Polisi Menduga Korban Dijeburkan ke Sungai Masih Hidup

×

Kematian Putri Pelajar SMA Jombang, Polisi Menduga Korban Dijeburkan ke Sungai Masih Hidup

Sebarkan artikel ini
Kasad reskrim AKP Margono Suhendra
Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Margono Suhendra (tengah) foto korban dan orang tua korban. foto: istimewa

KITAINDONESIASATU.COM – Polres Jombang terus mendalami kasus penemuan sosok mayat yang diketahui adalah pelajar salah satu SMA di Jombang, Putri Regita Amanda (19).

Pelajar SMA kelas 12 atau kelas 3 ini merupakan warga warga Sebani, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang ditemukan meninggal mayatnya ditemukan mengambang di sungai Sungai Peluk, Pacarpeluk, Megaluh.

Sejauh ini pihak kepolisian Polres Jombang menduga kuat korban dianiaya kemudian jasadnya di buang ke sungai.

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Margono Suhendra kepada wartawan di Jombang mengatakan pada saat korban dijeburkan ke dalam sungai posisinya masih hidup.

Hal itu diketahui dari hasil autopsi jika korban mengalami luka robek di kepala akibat terkena benda tumpul serta luka benturan di bagian perut korban.

Misteri Mayat Mengambang di Sungai Terungkap, Ternyata Siswi SMA Megaluh Jombang

Sementara dari hasil pemeriksaan medis memperlihatkan bahwa sebab kematian korban akibat tenggelam.

Sementara kendaraan korban berupa sepeda motor Honda Vario dan ponsel miliki korban hingga saat ini hilang.

Itu sebabnya kemudian ada dugaan dari pihak kepolisian Polres Jombang jika dua barang itu dibawa kabur pelaku.

Polisi juga sudah melakukan pemeriksaan surat-surat kendaraan bermotor yang dibawa korban dan meminta keterangan dari keluarga korban.

Bahkan polisi juga meminta keterangan dari apra saksi lain yakni teman-teman sekolah korban dan orang yang pertama kali menemukan jasad Putri Regita Amanda.

Dari hasil penyelidikan awal korban diketahui meninggalkan rumahnya pada Senin (10/2/2024) sekitar pukul 16:00 WIB.

Tiga Korban Kebakaran Cafe & Homestay di Lamongan Teridentifikasi Warga Pemalang

Menurut keterangans aksi dari keluarga korban alasan keluar dari rumah pada hari itu dengan alasan melakukan transaksi jual beli menggunakan sistem bayar ditempat atau Cash on Delivery (COD).

Keterangand Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Margono Suhendra menjelaskan pihaknya sedang mendalami korban COD an dengan siapa.

Karena setelah izin COD an korban tidak pernah kembali lagi ke rumah namun kemudian keesokan harinya korban ditemukan tewas mengambang di sungai.

Polisi berhasil mengamankan dari lokasi kejadian meliputi kalung dan cicin yang masih melekas di dalam tubuh korban, namun dompet, ponsel dan sepeda motor belum kembali.

Kasus ini menjadi penyelidikan Polres Jombang dan kini sedang mendalami kasus pembunuhan pelajar SMA ini apakah murni perampokan atau ada motif lainya lebih luas.

Tiga Korban Kebakaran Cafe & Homestay di Lamongan Teridentifikasi Warga Pemalang

Seperti diberitakan sebelumnya penemuan jenazah yang mengambang di Sungai Kanal Turi-Tunggorono Dusun Peluk, Desa Pacarpeluk, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang terungkap, Selasa (11/2/2025).

Korban diketahui benama Putri Regita Amanda (19) pelajar kelas 12, SMA Sumobito warga Desa Sebani, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang.

Dia merupakan anak kedua pasangan pasangan Misman (60) dan Wiwit Indayati (48) yang ditemukan dalam keadaan meninggal dan ditemukan mengambang di sungai hari itu.

Sebelumnya korban berpamitan hendak COD (Cash on Delivery) dengan seseorang membawa sepe motor Vario, Minggu (10/2/2025), namun pasca berpanitan itu hingga malam tidak kunjung pulang dan ponselnya juga tidak bisa dihubungi.

Paman korban, Suwari (55) kepada wartawan di Jombang menjelaskan memastikan jenazah itu adalah keponakannya Putri Regita Amanda yang baru saja ditinggal ibunya meninggal dunia.

Suwardi kemudikan menceritakan jika hari Minggu (10/2/2025) sekitar pukul 16:00 WIB, tujuannya COD-an, dia mau lulusan sekolah, saat ini ia duduk dikelas 3 SMA.

Kebakaran Mahkota Cafe Love Garden Lamongan, Dua Korban Dalam Posisi Saling Bertindihan

Bahkan saat itu ayah korban berpesan untuk tidak pulang larut malam, setelah beberapa saat mengendarai Hoda Vario korban dihubungi ayahnya tidak aktif.

“Bahkan ditelon berulang-ulang tidak tersambung, jam 8 malam ditelepon tidak aktif, jam 9 malam dan jam 10 malam juga tidak aktif. Kemudian sekitar jam 1 malam yelepon berdering tetapi tidak diangkat,” jelas paman korban Suwari.

Seluruh keluarga cemas malam itu, mengingat ibu korban juga baru saja meninggal, hingga seluruh keluarga korban cemas sampai tidak bisa tidur semalam, mungkin terjadi hal-hal aneh.

Namun yang mengagetkan Suwardi tahu-tahu ada kabar pagi-pagi, Senin (11/2/2025) adanya penemuan mayat seorang wanita mengapung di singai.

Salah Satu Korban Hangus Terbakar di Cafe Homestay Babat Lamongan Diduga Warga Pemalang

Seperti kita ketahui adanya penemuan mayat mengapung di Sungai Kanal Turi-Tunggorono di Dusun Peluk RT 03 RW 03, Desa Pacarpeluk, Megaluh.

Kasi Humas Polres Jombang, AKP Kasnasin mengatakan seorang warga yang berjalan di pinggir sungai melihat adanya sosok mayat terapung di sungai yang mengalir dari selatan ke utara.

Kemudian saksi dan warga desa lainnya menepikan sosok mayat dengan cara mengikat mayat korban dengan seutas tali untuk dipinggirkan agar tidak hanyut.

Setelah itu warga kemudian melapor ke perangkat desa hingga akhirnya diteruskan ke Polsek megaluh, polisi kemudian mengevakuasi mayat dibawake RSUD Jombang.

Setelah dilakukan otipsi dan pemeriksaan lebih mendalam ternyata korban meninggal adalah seorang siswi salah satu SMA Jombang yang tak lain adalah Putri Regita Amanda. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *