KITAINDONESIASATU.COM – Kepadatan kendaraan truk angkutan barang di jalur menuju Pelabuhan Bakauheni berangsur mulai terurai setelah sempat mengalami lonjakan sejak Minggu (29/3) hingga Selasa pagi.
Arus lalu lintas yang sebelumnya padat kini perlahan kembali normal seiring berjalannya distribusi kendaraan.
General Manager PT ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, menjelaskan peningkatan jumlah truk terjadi setelah berakhirnya kebijakan pembatasan kendaraan logistik sumbu tiga ke atas selama periode angkutan Lebaran 2026.
Kebijakan tersebut sebelumnya diberlakukan untuk mengatur kelancaran arus mudik dan balik.
Dalam kurun waktu 24 jam pada 30 Maret 2026, tercatat sebanyak 4.810 unit kendaraan melintas di kawasan pelabuhan.
Tingginya angka tersebut mencerminkan peningkatan aktivitas distribusi barang seiring pulihnya kegiatan ekonomi setelah Lebaran.
Skema Operasional Diterapkan untuk Urai Kepadatan
Untuk mengatasi lonjakan tersebut, pihak ASDP menerapkan pola operasional Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) guna mempercepat proses perputaran kapal.
Strategi ini dinilai efektif dalam mengurangi antrean kendaraan yang sempat mengular di jalur menuju pelabuhan.
Selain itu, kondisi cuaca yang relatif kondusif serta tidak adanya gangguan berarti turut membantu kelancaran arus kendaraan.
Pergerakan logistik yang tinggi juga didukung oleh operasional 41 kapal yang melayani penyeberangan dengan total 122 perjalanan dalam periode yang sama.
Dengan berbagai upaya tersebut, arus kendaraan truk di Pelabuhan Bakauheni pasca puncak arus balik kini dapat dikendalikan dengan lebih baik meskipun volume kendaraan masih tergolong tinggi.(*)
