KITAINDONESIASATU.COM – Dua kecelakaan mengerikan terjadi di wilayah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur menewaskan seorang pelajar di bawah umur warga Pulung dan seorang pria warga Takeran, Kabupaten Magetan.
Kecelakaan itu terjadi dalam dua hari yaitu Kamis (13/11/2025) dan Jumat (14/11/2025) siang, dua kecelakaan yang terjadi akibat human error atau kesalahan manusia itu sendiri dalam berperilaku berkendara.
Kecelakaan pertama terjadi Kamis pukul 06:45 WIB menewaskan seorang anak di bawah umur seorang pelajar berusia 13 tahun berinisial RV warga Sukun Sidoarjo, Kecamatan Pulung, Ponorogo yang hendak berangkat ke sekolah.
Dari informasi yang diperoleh mengungkapkan kecelakaan melibatkan truk tangki B 9287 SFV yang dikendarai Beni Susanto (45) warga Ngebel dengan seorang pengendara sepeda motor anak di bawah umur yang tewas setelah bertabrakan dengan truk tangki BBM.
Dari keterangan yang diperoleh mengungkapkan saat itu truk tangki melaju di Jl Halim Perdana Kusuma, Desa Tajug, Kecamatan Siman melaju dari arah Barat ke arah Timur, di tengah perjalanan tiba-tiba melaju Honda Scoopy AE 6127 TH dari arah berlawanan dan keduanya saling bertabrakan adu muka atau adu banteng.
Kapolsek SIman AKP Nanang Budianto mengungkapkan kecelakaan diduga pengendara sepeda motor kurang memperhatikan situasi lalu lintas di depannya hingga keduanya saling bertabrakan.
Menurut Nanang saat kejadian kecelakaan situasi lalu lintas sedang ramai dan banyak kendaraan yang melintas termasuk truk tangki BBM, dari arah perlawan melaju pengendara sepeda motor anak di bawah umur diduga kurang berhati-hati hingga bertabrakan dengan truk tangki yang berukuran cukup besar.
Truk tangki berukuran besar dan situasi lalu lintas juga cukup ramai di sisi lain anak di bawah umur diduga juga kurang berhati-hati dalam berkendara hingga terjadi keelakaan dan meninggal setelah dirawat di rumah sakit.
AKP Nanang meminta kepada orangtua untuk tidak mengizinkan putra-putrinya di bawah umur agar tidak mengendarai sepeda motor untuk pergi ke sekolah, karena berbahaya.
Pada jam sekolah Nanang menemukan banyak perilaku para pelajar di bawah umur belum memiliki SIM sering mengendarai sepeda motor terburu-buru saat berangkat sekolah yang kurang memahami kondisi lalu lintas di samping pola fikir anak juga masih belum stabil.
Situasi ini bisa menyebabkan gangguan dalam berkendara anak-anak, apalagi belum berpengalaman dan tidak memahi peraturan berlalu lintas, hingga menyebabkan terjadinya kecelakaan.
Sementara kecelakaan kedua terjadi di Jl Letjen Suprapto di depan Swalayan Bintang, Kelurahan Ronowijayan, Kecamatan Siman Jumat (14/11/2025) siang pukul 13:00 WIB.
Menurut informasi dari polisi mengungkapkan kecelakaan melibatkan dua pemotor Kawasaki Ninja AE 4930 BI dan Honda Gand AE 5178 TO serta sebuah mobil Isuzu Panther L 1834 RC dikemudikan Bubuh Winaji (41) warga Sebayi, Gemarang, Kabupaten Madiun.
Kecelakaan terjadi bermula Kawasaki Ninja dikemudikan Farel warga Takeran membonceng Dian Nugroho melaju dari utara ke selatan, di tengah perjalanan tiba-tiba menabrak mobil Panther yang hendak memutar balik, hingga terjadi benturan keras dan sepeda motor terpental ke arah kanan.
Sementara dari arah berlawanan juga melaju Honda Grand hingga sepeda motor Kawasaki menghantam sepeda motor yang melintas di dekatnya, hingga pengendara Kawasaki mengalami luka parah dan meninggal dunia sementara Dian Nugroho yang dibonceng korban mengalami luka kaki dan bahu kanan.
Menurut AKP Nanang penyebab terjadinya kecelakaan akibat beberapa faktor antara lain akibat human error dan kondisi jalan berlubang.
Karena situasi lalu lintas juga sedang ramai, pengendara kurang berhati-hati yang juga diperparah kondisi jalan juga berlubang hingga memperparah situasi kecelakaan hingga menewaskan seorang pengendara sepeda motor.
Dua kasis kecelakaan tersebut di atas sudah dalam penanganan Satlantas Polres Ponorogo kendaraan yang terlibat kecelakaan juga sudah diamankan untuk pengusutan lebih lanjut. **

