KITAINDONESIASATU.COM – Kecelakaan mengerikan melibatkan anak-anak di bawah umur kembali terjadi di Jalan Raya Arteri, Kecamatan Porong, Sidoarjo, Kamis (7/8/2025) dini hari.
Kecelakaan terjadi melibatkan dua pelajar SMA warga Kecamatan Krembuh, Kabupaten Sidoarjo mengendarai sepeda motor berboncengan menabrak truk yang sedang parkir di kawasan utara lampu merah traffic light Juwetkenonggo, Porong, Sidoarjo.
Akibat kecelakaan itu seorang pelajar berinisial Rar (16) warga Krembung tewas dan seorang temannya beronosoal Fhz (16) warga Desa Singopadu, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo mengalami luka-luka parah langsung dievakuasi ke RS Pusdik Bhayangkara, Porong, Sidoarjo.
Menurut informasi yang diperoleh mengungkapkan saat itu korban mengendarai sepeda motor Honda L 5616 VN yang dikemudikan Rar melaju dari arah Utara ke arah Selatan di jalur kiri dalam keadaan jalan sedang sepi.
Di tengah perjalanan tiba-tiba kendaraan yang dikendarai dua remaja itu oleng ke kanan dan sepeda motor tidak terkendali kemudian menabrak truk wing box B9875 TEW yang sedang parkir di bandan jalan sebelah barat.
Tragisnya seorang pengendara sepeda motor bernama Nola seperti dilansir radarsidoarjo mengatakan jika dari hasil pengakuan korban ketika ditanya oleh warga habis mabuk.
“Motornya menabrak truk parkir, salah satu korban luka para, sempat sadar ditanya warga katanya habis mabuk,” ujar seorang saksi dalam kecelakaan itu.
Sementara akibat insiden itu terjadi benturan keras setelah sepeda motor menabrak truk yang berhenti hingga pengemudi sepeda motor Rar mengalami luka parah dan meninggal dunia di tempat kejadian kecelakaan.
Sementara temannya yang dibonceng FHZ mengalami luka parah dan langsung dievakuasi ke RS Pusdik Bhayangkara, Porong, Sidoarjo untuk perawatan medis.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Sidoarjo, AKP Ony Purnomo mengatakan peristiwa kecelakaan itu telah mendapatkan penanganan dari anggota kepolisian Sidoarjo, petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan kendaraan dan evakuasi para korban kecelakaan.
Sejauh ini petugas masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui kepastian penyebab kecelakaan yang sebenarnya, termasuk telah meminta keterangan kepada para saksi di sekitar lokasi kecelakaan.
Jika pengakuan korban itu benar, tentu menjadi keprihatinan kita semua termasuk orang tua dan masyarakat karena pengaruh alkohol memberikan dampak yang dapat mengganggu sistem saraf pusat yang menyebabkan penurunan refleks dan koordinasi.
Gangguan lainnya pengaruh alkohol juga bisa berdampak terhadap gangguan konsentrasi dan penilaian jarak yang tidak akurat dan celakaanya menjadikan orang percaya diri yang berlebih atau overconfidence, itu sebabnya berkendara dalam keadaan mabuk sangat berbahaya dan dilarang oleh hukum.
Apalagi pengendara sepeda motor masih di bawah umur dan berstatus pelajar tidak layak secara hkum dan psikologis untuk berkendara apalagi dimalam hari, umumnya anak di bawah umur belum memiliki Surat Izin Mengemudi atau SIM, sehingga tidak memiliki bekal pengetahuan dalam berkendara.
Selain itu anak di bawah umur memiliki emosional belum stabil, rentan mengambil keputusan berisiko, apalagi keputusan di jalan raya bisa berisiko terhadap keselamatan jawanya sendiri dan keselamatan orang lain. **
