KITAINDONESIASATU.COM – Kecelakaan maut terjadi di jalur Arteri Baru Porong, Sidoarjo, pada Kamis (15/1/2026) sore.
Dua orang mahasiswa tingkat akhir atau Praja Utama dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dilaporkan tutup usia setelah terlibat kecelakaan lalu lintas yang diduga kuat sebagai aksi tabrak lari.
Kronologi Kecelakaan di Jalan Arteri Baru Porong
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, kedua korban yakni Adzra Sybil Alvina dan Adinata Putra Ali Rizqullah tengah berboncengan menggunakan sepeda motor dengan nomor polisi W 5596 QL.
Keduanya diketahui melaju dari arah Sidoarjo menuju ke arah Malang.
Kondisi cuaca pada saat kejadian sedang diguyur hujan, yang menyebabkan permukaan aspal menjadi licin.
Menurut kesaksian warga di sekitar lokasi, sebuah truk tronton diduga terlibat dalam insiden tersebut.
Namun, kendaraan besar itu dilaporkan tidak berhenti dan langsung meninggalkan lokasi kejadian setelah kecelakaan terjadi.
Kedua korban merupakan warga asli Sidoarjo yang sedang menempuh pendidikan tingkat akhir di IPDN Jatinangor.
Adzra Sybil Alvina merupakan putri dari Camat Wonoayu, Anwar. Jenazah Adzra telah dikebumikan di TPU Desa Urangagung pada Kamis malam sekitar pukul 23.00 WIB.
Sementara itu, korban kedua adalah Adinata Putra Ali Rizqullah, yang tercatat sebagai warga Dusun Karangpoh, Desa Ponokawan, Kecamatan Krian.
Pihak kepolisian dari Unit Lalu Lintas Polsek Porong telah mengonfirmasi identitas keduanya sebagai Praja Utama berdasarkan kartu identitas yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP).
Penyelidikan Kepolisian dan Pelacakan CCTV
Pihak Kepolisian Sektor Porong saat ini tengah melakukan pendalaman serius untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan ini.
Kapolsek Porong, Kompol Madya Wiraaji, menjelaskan bahwa timnya sedang mengumpulkan berbagai barang bukti dan meminta keterangan dari sejumlah saksi mata.
Fokus utama penyelidikan saat ini adalah menelusuri rekaman CCTV yang berada di sepanjang jalur Arteri Baru Porong.
Langkah ini diambil untuk mengidentifikasi kendaraan truk tronton yang diduga terlibat dalam tabrak lari tersebut.
Meski kondisi jalan yang licin akibat hujan menjadi salah satu faktor lingkungan, polisi melihat adanya indikasi kuat bahwa unsur tabrak lari menjadi penyebab utama hilangnya nyawa kedua calon abdi negara tersebut.
Insiden tragis ini menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berkendara dalam kondisi cuaca buruk.
Kecepatan kendaraan dan jarak aman harus selalu dijaga demi menghindari risiko kecelakaan di jalur cepat seperti Arteri Porong.
Hingga saat ini, pihak berwajib terus berupaya mencari keberadaan pengemudi truk yang melarikan diri untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.(*)


