News

Truk Diduga Alami Rem Blong, Kecelakaan Beruntun di Exit Tol Bawen Libatkan Lima Kendaraan

×

Truk Diduga Alami Rem Blong, Kecelakaan Beruntun di Exit Tol Bawen Libatkan Lima Kendaraan

Sebarkan artikel ini
Insiden Kecelakaan Beruntun (Istimewa)
Insiden Kecelakaan Beruntun (Istimewa)

KITAINDONESIASATU.COMKecelakaan beruntun terjadi di Jalan Raya Bawen–Salatiga, tepatnya di pintu keluar Tol Bawen, Kabupaten Semarang, pada Senin 17 November 2025 sekitar pukul 14.50 WIB.

Insiden kecelakaan beruntun ini melibatkan lima kendaraan dan menyebabkan dua pengemudi mengalami luka.

Kedua korban, yakni sopir mobil bernomor polisi H 8790 DA asal Bandungan serta sopir Mitsubishi L300 H 8809 TA dari Demak, dilaporkan dalam keadaan sadar saat dievakuasi.

Kronologi Kecelakaan Beruntun

Peristiwa bermula ketika truk BL 8920 AK yang dikemudikan warga Sumedang melaju dari arah Ungaran menuju Salatiga.

Setiba di area lampu lalu lintas Bawen, kendaraan berat tersebut diduga mengalami gangguan pada sistem pengereman.

Kondisi itu membuat truk tidak mampu berhenti dan menabrak dua kendaraan yang sedang menunggu lampu merah.

Situasi semakin memburuk ketika truk tersebut kemudian berbelok ke kanan, menghantam dua kendaraan lain yang datang dari arah berlawanan.

Jarak yang terlalu dekat membuat tabrakan tak terhindarkan.

Akibat kecelakaan ini, arus kendaraan sempat tersendat, namun situasi kembali normal setelah seluruh kendaraan berhasil dipindahkan dari lokasi.

Petugas kepolisian mengingatkan pentingnya pemeriksaan kendaraan secara berkala guna mencegah kejadian serupa.

Saat ini, Operasi Zebra Candi 2025 sedang berlangsung sebagai upaya menekan angka pelanggaran lalu lintas yang berpotensi memicu kecelakaan.

Berdasarkan catatan sepanjang awal tahun hingga sebelum operasi berlangsung, wilayah Kabupaten Semarang telah mencatat ratusan kasus kecelakaan dengan jumlah korban jiwa yang cukup tinggi.

Sejumlah titik di Kecamatan Tengaran, Tuntang, dan Bawen disebut sebagai kawasan rawan kecelakaan beruntun karena kondisi lalu lintas yang padat dan merupakan jalur utama antarwilayah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *