KITAINDONESIASATU.COM-Dari 11 kecamatan di Kabupaten pandeglang, banten, yang dilanda banjir, Kecamatan Sobang menjadikan daerah paling parah. Tinggi air di Kecamatan Sobang mencapai setingggi pinggang orang dewasa.
“Yang paling parah Kampung Apolo, Desa Bojen, Kecamatan Sobang. Ketinggiannya mencapai pinggang orang dewasa,” ungkap Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Pandeglang, Nana Mulyana, kemarin.
Pendangkalan sungai dan saluran air yang buruk menjadi penyebab utama banjir. Ada 11 kecamatan dan 18 desa yang dilaporkan terendam. “Penyebabnya tidak lain karena pendangkalan sungai dan saluran air yang buruk,” ungkap Nana.
Di antara kecamatan yang terdampak adalah Patia, Sumur, Munjul, Cikeusik, Sobang, Picung, Sukaresmi, Panimbang, dan Pagelaran, dengan Kecamatan Sobang menjadi wilayah yang paling parah.
Selain merendam ribuan rumah, banjir ini juga menyebabkan kerusakan sejumlah infrastruktur. BPBDPK masih melakukan pendataan terhadap kerusakan dan titik-titik yang terdampak.
“BPBDPK sudah mengirim lima tim ke lokasi terdampak banjir. Jika kondisinya sudah landai, tim akan kita tarik dan kita siapkan untuk membanti tim lainnya,” kata Nana.
Tim BPBDPK terus melakukan penanganan darurat di lapangan sambil mendata kerusakan yang ada. Dalam upaya ini, mereka juga membantu warga yang terdampak.
Banjir yang melanda Pandeglang memaksa ratusan warga mengungsi. Anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Pandeglang, Ade Mulyana, menyebutkan bahwa sekitar 120 Kepala Keluarga (KK) dari Desa Sukasaba, Kecamatan Munjul, dan 240 KK dari Desa Bojen, Kecamatan Sobang, kini mengungsi di masjid.
“Mereka mengungsi di masjid. Dinas Sosial juga mulai mendirikan dapur umum di Kampung Cilamis, Desa Sukasaba, Kecamatan Munjul,” kata Ade.
Menurut Ade, warga yang terdampak membutuhkan bantuan berupa sembako, makanan siap saji, selimut, serta perahu karet untuk mengevakuasi lansia yang kesulitan bergerak.
Meski cuaca mulai cerah, kondisi di hulu sungai masih mengkhawatirkan. “Saat ini cuaca sudah cerah, namun hulu sungai masih terpantau mendung, sehingga masih berpotensi diguyur hujan,” ujar Ade.
Dari catatan Kitaindonesiasatu.com, awal Desember 2024, banjir telah merendam 13 kecamatan yang sebagian besar melanda di Selatan Pandeglang. Yaitu Kecamatan Patia, Pagelaran, Panimbang, Sobang, Cikeusik, Munjul, Cibaliung, Labuan, Sukaresmi, Picung, Cigeulis, Cisata, dan Pulosari. Saat ini ketinggian air bervariasi, antara 30-100 centimeter.



