KITAINDONESIASATU.COM – Bencana yang telah menyebabkan lebih dari 10 korban jiwa hingga Jumat pagi, menghancurkan lebih dari seribu bangunan, dan memaksa ribuan orang mengungsi, seharusnya dapat mendorong solidaritas.
Namun, bencana ini malah memicu badai politik yang dipicu oleh Donald Trump dan pendukungnya. Demikian dilaporkan The Guardian pada Jumat malam 10 Januari 2025.
Alih-alih menyerukan upaya bersama untuk pemulihan, Trump dan kelompok MAGA (Make America Great Again) malah menyerang lembaga-lembaga politik yang dikuasai Demokrat di Los Angeles dan California, yang mungkin mencerminkan persaingan politik masa depan.
Mereka menggunakan disinformasi, klaim tidak berdasar, dan teori konspirasi ekstrem, tanpa mengakui peran perubahan iklim yang memperburuk kebakaran tersebut.
Sebagai contoh, Partai Republik menyalahkan Gubernur Gavin Newsom karena dianggap gagal dalam menyediakan pasokan air yang cukup untuk memadamkan api, bersama dengan kritik terhadap Wali Kota Los Angeles, Karen Bass, yang dianggap tidak segera kembali dari perjalanan ke Ghana setelah bencana terjadi.
Kritik ini turut menyasar Kepala Pemadam Kebakaran Los Angeles, Kristin Crowley, yang dinilai terlalu fokus pada keberagaman dan inklusivitas.
Trump sendiri melontarkan kritik keras melalui platform Truth Social, mengklaim bahwa Newsom menolak menandatangani deklarasi pemulihan air yang akan memberikan pasokan air lebih untuk memadamkan kebakaran.
Newsom membantah klaim ini dan menuduh Trump lebih fokus pada politik daripada menanggapi penderitaan manusia akibat bencana tersebut.
Meski ada tuduhan terhadap Newsom tentang pengelolaan hutan yang buruk, klaim tentang kekurangan air dalam pemadaman kebakaran terbukti tidak akurat.
Pakar-pakar air mengatakan bahwa klaim Trump mengenai kekurangan air adalah keliru dan tidak bertanggung jawab, serta menekankan bahwa kebakaran tersebut lebih disebabkan oleh dampak perubahan iklim.
Bantahan berbasis fakta ini tampaknya tak mampu mengatasi retorika yang disebarkan oleh pendukung Trump, termasuk tokoh-tokoh seperti Elon Musk dan Charlie Kirk, yang memandang kebakaran tersebut sebagai akibat dari kebijakan liberal di California.
Beberapa bahkan mencoba mengaitkan bencana tersebut dengan isu politik lainnya, seperti dukungan terhadap Ukraina dalam konflik dengan Rusia.
Menurut komentator Nitish Pahwa, respons terhadap bencana ini memberi gambaran buruk tentang bagaimana bencana terkait iklim akan ditangani di bawah pemerintahan Trump dan pendukungnya di masa depan. Media sosial cenderung menyebarkan informasi yang tidak akurat, menghalangi masyarakat yang terdampak untuk mendapatkan informasi yang tepat dan dapat diandalkan.- ***
Sumber: The Guardian



