KITAINDONESIASATU.COM – Ketegangan konflik perang antara Iran dan Israel kian meningkat. Merespons situasi tersebut, KBRI Teheran telah menaikkan status kewaspadaan menjadi siaga 1.
Menteri Luar Negeri, Sugiono, menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah evakuasi untuk Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran. Sugiono bahkan telah mengajukan permohonan kepada negara-negara tetangga Iran agar memberikan kemudahan bagi proses evakuasi WNI.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam tayangan YouTube Kompas TV yang diunggah pada 21 Juni 2025. Dalam keterangannya, Sugiono menjelaskan peningkatan level siaga di KBRI Teheran.
“Level kesiagaan di kedutaan Teheran dari level siaga 2 menjadi level siaga 1, mulai juga melaksanakan langkah-langkah kontinjensi dan langkah-langkah evakuasi bagi warga negara Indonesia,” ujarnya.
Sugiono juga terus menjalin komunikasi agar proses penyelamatan WNI dari potensi serangan Israel dapat berjalan aman, terlebih setelah Iran melakukan serangan balasan terhadap Israel.
“Kami juga sudah melakukan komunikai dengan negara tetangga Iran, memohon supaya pada saat terjadi evakuasi nanti warga negara kita diberikan kemudahan di perbatasannya,” tambahnya.
Saat ini, tercatat ada sekitar 386 WNI di Iran yang tersebar di 11 kota dan terdampak konflik. Sebagian besar dari mereka merupakan pelajar dan mahasiswa.
Seperti yang telah diberitakan, TNI telah menyiapkan 34 personel dari Crisis Response Team (CRT) untuk mengevakuasi WNI dari Iran dan Israel di tengah meningkatnya konflik.
Menurut Kapuspen TNI Mayjen Kristomei Sianturi, tim ini masih berada di Jakarta dan siap diterjunkan kapan saja. Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri, terdapat 578 WNI di Iran dan Israel, dengan 115 WNI di Iran dan 11 WNI di Israel menyatakan bersedia dievakuasi, mayoritas adalah pelajar dan mahasiswa. Evakuasi dari Iran dijadwalkan melalui Baku pada 20 Juni 2025, sementara dari Israel direncanakan lewat Amman.
TNI menegaskan evakuasi ini adalah bagian dari tugas konstitusional untuk melindungi WNI.

