News

Kata Terakhir Pilot Air India Sebelum Jatuh ‘Mayday… Kehilangan Tenaga, Tidak Dapat Mengangkat!’

×

Kata Terakhir Pilot Air India Sebelum Jatuh ‘Mayday… Kehilangan Tenaga, Tidak Dapat Mengangkat!’

Sebarkan artikel ini
Air India meledak
Dok. Air India meledak (cnbctv18)

KITAINDONESIASATU.COM – Kecelakaan tragis menimpa pesawat Air India Boeing 787-8 Dreamliner dan menyebabkan lebih dari 241 korban jiwa, termasuk dua pilot dan 10 awak kabin. Pesawat bernomor penerbangan AI171 itu jatuh hanya beberapa saat setelah lepas landas dari Bandara Ahmedabad, Gujarat, India, pada Kamis, 12 Juni 2025 siang waktu setempat.

Insiden ini disebut sebagai bencana penerbangan paling mematikan dalam satu dekade terakhir. Sebelum pesawat jatuh di kawasan permukiman dekat bandara, Kapten Sumeet Sabharwal sempat menyampaikan pesan terakhirnya melalui radio.

Dalam situasi genting, Kapten Sabharwal dengan nada putus asa memperingatkan bahwa pesawat kehilangan tenaga. 

“Mayday…tidak ada daya dorong, kehilangan tenaga, tidak dapat mengangkat!” ujarnya dalam komunikasi radio, seperti dikutip dari Stuff.co.nz, Jumat (13/6/2025).

Awalnya penerbangan berjalan normal, namun berubah drastis hanya dalam hitungan detik setelah tinggal landas. Pesawat hanya mengudara selama 11 detik sebelum pilot mengirimkan panggilan darurat. Kontrol lalu lintas udara menyaksikan dengan cemas ketika dalam 19 detik berikutnya pesawat kehilangan ketinggian dan jatuh, menghantam sejumlah bangunan di pemukiman warga.

Berdasarkan video amatir yang tersebar di media sosial, asap hitam tampak membubung dari lokasi kecelakaan.

Menurut catatan kontrol udara, pesawat lepas landas dari landasan pacu 23 pada pukul 13.39 waktu setempat. Namun, setelah panggilan mayday, tidak ada lagi respons dari kokpit. Pesawat yang dikendalikan Kapten Sabharwal dengan pengalaman 8.200 jam terbang, dan perwira pertama Clive Kundar dengan 1.100 jam terbang, kehilangan kontak setelah mencapai ketinggian kurang dari 400 kaki (sekitar 121 meter).

Pesawat AI171 mengangkut 217 penumpang dewasa, 11 anak-anak, dua bayi, dan satu di antaranya adalah mantan Kepala Menteri Gujarat, Vijay Rupani, yang turut menjadi korban jiwa.

Dari 242 orang di dalam pesawat, hanya satu orang yang selamat, yakni Ramesh Viswashkumar (40), warga negara Inggris keturunan India. Ia duduk di kursi 11A, dekat pintu darurat, dan kini tengah dirawat di rumah sakit akibat luka-luka.

Pejabat kepolisian negara bagian, Vidhi Chaudhary, membenarkan hal tersebut. Sementara itu, pihak Boeing menyatakan tengah menyelidiki penyebab kecelakaan dan sedang mengumpulkan informasi lanjutan. Berdasarkan data Aviation Safety Network, ini adalah kecelakaan fatal pertama yang melibatkan Boeing 787 Dreamliner.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *