Suasana pertemuan berlangsung hangat dan terbuka. Kedua pihak sepakat mengakhiri persoalan tanpa permusuhan, dengan komitmen bersama untuk menjaga semangat pendidikan yang berkeadilan dan berkarakter.
Kang Dedi menekankan bahwa pendidik tetap perlu bersikap tegas dan disiplin terhadap siswa, namun dengan cara-cara yang tetap mendidik. Menurutnya, bentuk disiplin bisa dilakukan melalui kegiatan yang membangun tanggung jawab dan karakter positif siswa.
“Para guru di Jawa Barat harus tetap berani mendisiplinkan siswa, tapi dengan cara yang mendidik — misalnya dengan tugas membersihkan kelas, menyapu halaman, atau mengelap kaca. Itu semua bagian dari pendidikan karakter,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi langkah damai yang diambil oleh semua pihak, termasuk pihak sekolah yang telah memberikan klarifikasi dan mendukung penyelesaian melalui dialog.
Menurut Kang Dedi, penyelesaian berbasis musyawarah dan nilai kemanusiaan harus menjadi teladan dalam membangun sistem pendidikan yang humanis.
Dengan berakhirnya kasus ini, Kang Dedi berharap dunia pendidikan di Jawa Barat semakin kuat dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkarakter.


