KITAINDONESIASATU.COM – Anak Berkonflik dengan Hukum (ABH) yang diduga menjadi pelaku dalam peristiwa ledakan di SMAN 72 masih menjadi sorotan publik. Pihak kepolisian kini telah melakukan penyidikan lanjutan, termasuk pemeriksaan terhadap ayah dari ABH.
Ayah ABH disebut telah dimintai keterangan oleh Polda Metro Jaya beberapa hari setelah insiden terjadi. Informasi ini disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto.
“Sudah diminta keterangan dua hari lalu,” ujarnya yang pada 15 November 2025.
Selain itu, polisi juga memeriksa sejumlah saksi anak terkait ledakan tersebut. Total terdapat 46 siswa yang dimintai keterangan secara paralel, bersamaan dengan kegiatan observasi dari APSIFOR.
“Hari ini, yang diambil keterangan saksi anak ada 46 orang secara paralel dengan giat observasi dari APSIFOR,” jelasnya.
Dari hasil penyidikan, aparat juga menyita sejumlah barang bukti yang ditemukan di tubuh para korban ledakan SMAN 72.
“Kami sita barang bukti dari tubuh korban di Rumah Sakit Islam Jakarta, seperti barang bukti yang menempel di tubuh korban, seperti serpihan-serpihan ledakan, paku, dan sebagainya yang sudah dikumpulkan oleh pihak RS,” paparnya.
Polisi juga mengungkap bahwa selama ini terduga pelaku tinggal hanya bersama ayahnya, sementara ibunya bekerja di luar negeri.
“ABH tinggal bersama ayahnya (di rumah), sementara ibunya bekerja di luar negeri,” tandasnya terkait peristiwa ledakan di SMAN 72 tersebut. (*)


