KITAINDONESIASATU.COM-Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko tudak main-main dalam merealisasikan program Ketahanan Pangan Nasional. Salah satu buktinya, yaitu menginstruksikan seluruh Polsek di wilayah hukum Polres Serang agar menanam jagung seluas satu hektare per desa.
Condro menargetkan “satu desa satu hektare” harus terealisasi paling lambat akhir Juli 2025. Karena Program Satu Desa Satu Hektare merupakan bentuk dukungan terhadap Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto dalam menciptakan ketahanan pangan berkelanjutan. “Harus diperhatikan dan direalisasikan oleh Kapolsek agar target satu desa satu hektaer bisa tercapai hingga akhir Juli ini,” tegasnya, kemarin.
Polres Serang menargetkan lahan untuk penanaman jagung pada kuartal III/2025 seluas 300 hektare. Guna mendukung program tersebut, Polres Serang telah menyalurkan berbagai bantuan kepada Kelompok Tani pada 9 Juli 2025. Bantuan ini diberikan serentak di 12 Polsek jajaran Polres Serang, yang tengah melaksanakan penanaman jagung.
Bantuan tersebit berupa 5 unit alat tanam jagung (corn seeder), 3 ton pupuk NPK, 3 ton pupuk urea, 4 ton pupuk kompos Bhabin, 240 kg bibit jagung Bisi-18, dan berbagai reagen seperti Reaktif, Brantaxone, serta insektisida Athenz.
Alumni Akpol 2005 ini berharap penanaman jagung tidak hanya berdampak positif pada keberlanjutan ketahanan pangan daerah, tetapi juga menginspirasi masyarakat luas untuk turut serta menjaga stabilitas pangan. Caranya yaitu melalui pemanfaatan lahan dan sumber daya lokal yang ada. “Saya berharap gerakan ketahanan pangan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk ikut serta dalam pemanfaatan lahan serta sumber daya lokal,” ujar Chondro.
Polres Serang menargetkan lahan untuk penanaman jagung pada kuartal III/2025 seluas 300 hektare. Guna mendukung program tersebut, Polres Serang telah menyalurkan berbagai bantuan kepada Kelompok Tani pada 9 Juli 2025. Bantuan ini diberikan serentak di 12 Polsek jajaran Polres Serang, yang tengah melaksanakan penanaman jagung.
Bantuan tersebit berupa 5 unit alat tanam jagung (corn seeder), 3 ton pupuk NPK, 3 ton pupuk urea, 4 ton pupuk kompos Bhabin, 240 kg bibit jagung Bisi-18, dan berbagai reagen seperti Reaktif, Brantaxone, serta insektisida Athenz.
Alumni Akpol 2005 ini berharap penanaman jagung tidak hanya berdampak positif pada keberlanjutan ketahanan pangan daerah, tetapi juga menginspirasi masyarakat luas untuk turut serta menjaga stabilitas pangan. Caranya yaitu melalui pemanfaatan lahan dan sumber daya lokal yang ada. “Saya berharap gerakan ketahanan pangan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk ikut serta dalam pemanfaatan lahan serta sumber daya lokal,” ujar Condro.


