News

Judi Online dan Perundungan Mengintai Pelajar, Ini Peringatan

×

Judi Online dan Perundungan Mengintai Pelajar, Ini Peringatan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260209 WA0095
Dedie A. Rachim memberikan arahan kepada para pelajar SMA Negeri 3 Kota Bogor terkait bahaya judi online, pinjaman online, dan perundungan di lingkungan sekolah. (Kis/ist)

KITAINDONESIASATU.COM- Maraknya judi online, pinjaman online ilegal, hingga praktik perundungan di lingkungan sekolah menjadi alarm serius bagi Pemerintah Kota Bogor. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menilai kemudahan akses gawai di kalangan pelajar dapat memengaruhi pola pikir dan berpotensi menyeret generasi muda ke berbagai perilaku negatif jika tidak dibarengi dengan penguatan karakter sejak dini.

Hal tersebut disampaikan Dedie Rachim saat bertindak sebagai inspektur upacara bendera di SMA Negeri 3 Bogor, Senin 9 Febuari 2026. Ia menegaskan bahwa judi online bukanlah solusi, melainkan pintu masuk menuju masalah yang lebih besar.

“Ikut judi adalah sebuah kebodohan, walaupun menang sesekali, setelah itu pasti jatuh,” ucap Dedie Rachim di hadapan para siswa.

Menurutnya, selain judi online dan pinjaman online, perilaku perundungan (bullying) di kalangan pelajar juga harus menjadi perhatian serius semua pihak. Akses informasi yang begitu mudah melalui gawai, kata dia, dapat membentuk perilaku menyimpang apabila tidak diawasi dan diarahkan dengan baik.

Dalam amanatnya, Dedie Rachim menekankan pentingnya membangun karakter sejak dini sebagai bekal meraih cita-cita dan menghadapi tantangan masa depan. Ia meminta para siswa untuk tidak ragu melapor jika menemukan atau menjadi korban perundungan di lingkungan sekolah.

Baca Juga  Kode Redeem Mobile Legends (ML) Hari Ini 18 November 2024, Tukar di Situs Moonton

“Jika di sekolah ada korban perundungan, laporkan. Jika ada anak yang suka memalak, laporkan. Kota Bogor sudah memiliki Tim SIGAP bersama Polresta Bogor Kota yang akan memproses secara hukum pelaku pemalakan maupun perundungan. Tidak boleh ada anak-anak yang melakukan bullying atau memalak,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Dedie Rachim juga mengajak para pelajar untuk meraih masa depan secara kolektif, salah satunya dengan menjaga dan melestarikan lingkungan. Menurutnya, keberhasilan di usia produktif harus ditopang oleh kondisi alam yang tetap terjaga agar masa depan dapat diraih dengan penuh optimisme.

Baca Juga  Misi Khusus ke Arab Saudi, Menag dan Presiden Bahas Pembangunan Kampung Haji

Ia menegaskan bahwa menjaga dan melestarikan lingkungan menjadi tantangan bersama, mengingat saat ini kerap terjadi bencana akibat perubahan iklim dan bencana iklim (climate change dan climate disaster). Salah satu faktor pemicunya adalah pengelolaan sampah yang belum optimal, sehingga mempercepat peningkatan suhu bumi.

“Kepada para tenaga pendidik, saya mengingatkan agar kebiasaan membuang sampah harus diperbaiki dengan kebiasaan mengolah dan memilah sampah. Tanpa disadari, climate change dan climate disaster terjadi akibat pengelolaan sampah yang buruk yang kemudian menutup sebagian permukaan bumi dan menimbulkan panas yang lebih cepat,” ucap Dedie Rachim. (Nicko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *