News

Jorge Mario Bergoglio: Perjalanan Hidup Menuju Kepausan Fransiskus

×

Jorge Mario Bergoglio: Perjalanan Hidup Menuju Kepausan Fransiskus

Sebarkan artikel ini
Paus Fransiskus Ajak Berdoa Bersama dalam Perjalanan Menuju Indonesia, Beri Pesan Perdamaian
Paus Fransiskus Ajak Berdoa Bersama dalam Perjalanan Menuju Indonesia pada Selasa, 3 September 2024

KITAINDONESIASATU.COM – Paus Fransiskus dipilih pada Konklaf Kepausan 13 Maret 2013, menggantikan Paus Benediktus XVI yang mengundurkan diri.

Sebelum terpilih sebagai Paus, ia adalah Uskup Agung Buenos Aires, Argentina, dan menjadi Paus pertama dari benua Amerika.

Nama Fransiskus dipilihnya sebagai penghormatan kepada Santo Fransiskus dari Asisi.

Ia terlahir dengan nama Jorge Mario Bergoglio lahir pada 17 Desember 1936 di Buenos Aires, Argentina. Ia adalah anak pertama dari pasangan Mario Jose Bergoglio dan Regina Maria Sivori.

Ayahnya adalah seorang akuntan sementara sang bunda adalah ibu rumah tangga.

Jorge Mario meraih gelar master dalam bidang kimia dari Universitas Buenos Aires sebelum akhirnya memilih untuk menempuh jalur imamat.

Ia belajar teologi dan filsafat, dan ditahbiskan sebagai imam pada 13 Desember 1969.

Selanjutnya, ia berkarya di dunia pendidikan, termasuk sebagai Rektor Colegio de San Jose dan pastor paroki di San Miguel.

Pada 3 Juni 1997, ia diangkat menjadi Uskup Agung Coadjutor Buenos Aires, dan pada 21 Februari 2001, Paus Yohanes Paulus II mengangkatnya menjadi Kardinal.

Pada 13 Maret 2013, melalui Sidang Konklaf, Kardinal Jorge Mario Bergoglio terpilih sebagai Paus menggantikan Benediktus XVI.

Paus Fransiskus dikenal dengan kesederhanaannya, seperti Santo Fransiskus dari Asisi yang menjadi inspirasinya. Ia menolak kemewahan dan lebih memilih gaya hidup sederhana.

Selama masa kepausannya, Paus Fransiskus telah melakukan banyak perjalanan apostolik ke berbagai negara, termasuk Korea Selatan, Brazil, Filipina, Sri Lanka, Amerika Serikat, dan Kuba.

Pada tahun 2024, ia melakukan kunjungan ke Asia, dengan Indonesia sebagai negara pertama yang dikunjungi dari 3-6 September.

Paus Fransiskus juga telah menerima berbagai penghargaan, termasuk “Person of The Year 2013” dari Majalah Time dan “Hadiah Charlemagne 2016” atas upayanya dalam mempromosikan perdamaian global.

Pada tahun 2019, ia menerima penghargaan “Persaudaraan Manusia” dari Uni Emirat Arab, dan pada tahun 2023, ia menerima “Penghargaan Sinema untuk Perdamaian” sebagai pengakuan atas kontribusinya dalam mempromosikan perdamaian melalui seni.- ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *