KITAINDONESIASATU.COM – Fly Over Aloha yang kini berubah nama Fly Over Djuanda di kawasan Aloha, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (6/9/2024) diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Keberadaan Fly Over Djuanda ini sangat vital mengingat mampu mengurai kemacetan yang terjadi di kawasan ini, yang sebelumnya sering terjadi kemacetan yang luar biasa terjadi hampir sepanjang hari.
Bahkan gara-gara krodit di kawasan Aloha, kemacetan bisa berdampak kemana-mana hingga bundaran Waru, Sidoarjo yang berada di wilayah perbatasan Kota Surabaya bagian utara.
Sementara kemacetan juga bisa berimbas hingga kawasan Gedangan hingga Lingkar Timur Sidoarjo, yang merupakan kawasan Industri di wilayah Sidoarjo hingga sampai ke arah Kota Sidoarjo dan Pasuruan – Malang.
Sebelum adanya jalan tol Waru-Juanda, kawasan Aloha juga sangat penting yang merupakan akses utama menuju Bandara Internasional Juanda, jika kemacetan terjadi dampaknya membuat perjalanan ke bandara menjadi tidak ada kepastian.
Namun setelah adanya tol Waru-Juanda keterlambatan pesawat dari pengguna transportasi udara dan kemacetan sekitar jalan tol mulai terurai dan terselesaikan masalahnya.
Sebelumnya kemacetan di kawasan Aloho itu terjadi selama bertahun-tahun, bahkan sejak tahun 2000-an kawasan ini sudah mulai dirasakan efek kemacetan yang luar biasa, dampaknya terhadap para pengguna jalan raya.
Kini dengan adanya Fly Over Djuanda kawasan ini semakin nyaman dilalui dan kemacetan biasanya terjadi pada pagi, siang dan sore hari sudah tidak lagi separah tahun-tahun sebelumnya, yang membuat kegiatan ekonomi pun semakin lancar.
Pembangunan Flay Over Djuanda sendiri dibiaya dengan anggara sebesar Rp365 miliar yang dikerjakan sejak tahun 2022 hingga 2024.
Diketahui Fly Over Djuanda memiliki total panjang jembatan mencapai 858 meter dengan panjang FO1 Sidoarjo-Juanda sepanjang 435 meter, dan FO2 Juanda-Surabaya sepanjang 423 meter dengan lebar jembatan 9 meter dengan lebar jalan 8 meter.
Jembatan Fly Over ini juga memiliki frontage luar sepanjang 500 meter dan frontage dalam sepanjang 260 meter, yang merupakan proyek sinergi pemerintah daerah dan Kementerian PUPR melalui BBPJN Jatim-Bali, untuk mengatasi kemacetan Surabaya-Sidoarjo.
Proyek Flay Over Djuanda di bangun di atas perlintasan kereta api yang menjadi penyebab utama terjadinya kemacetan yang terus menerus terjadi sepanjang hari. **



