Berita UtamaNews

Jokowi: Program Hilirisasi Industri Tingkatkan Pendapatan Negara Rp158 Triliun

×

Jokowi: Program Hilirisasi Industri Tingkatkan Pendapatan Negara Rp158 Triliun

Sebarkan artikel ini
Presiden Jokowi di Sidang Tahunan MPR.
Presiden Jokowi di Sidang Tahunan MPR.

KITAINDONESIASATU.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan komitmen pemerintah untuk melanjutkan program hilirisasi industri dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR dan DPD RI Tahun 2024, yang berlangsung di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Jumat pagi. Presiden menyebutkan bahwa program ini telah berhasil meningkatkan produktivitas dan nilai tambah sumber daya alam Indonesia, sekaligus membuka lapangan kerja baru serta menambah pendapatan negara.

Hilirisasi Industri: Dampak dan Keberhasilan

Dalam pidatonya, Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa kebijakan untuk tidak mengekspor komoditas nikel, bauksit, dan tembaga dalam bentuk bahan mentah telah menunjukkan hasil positif. Sejak kebijakan ini diterapkan, telah dibangun fasilitas smelter dan industri pengolahan untuk ketiga komoditas tersebut, menciptakan lebih dari 200 ribu lapangan kerja. Selain itu, program ini juga telah meningkatkan pendapatan negara sebesar Rp158 triliun selama delapan tahun terakhir.

“Alhamdulillah, sampai saat ini telah terbangun smelter dan industri pengolahan untuk nikel, bauksit, dan tembaga yang membuka lebih dari 200 ribu lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan negara lebih dari Rp158 triliun selama 8 tahun ini,” ujar Presiden Jokowi.

Presiden menegaskan bahwa meskipun terdapat berbagai tantangan dan penolakan dari negara-negara lain, pemerintah Indonesia tetap berkomitmen untuk melanjutkan upaya industrialisasi. “Walau banyak negara lain yang menggugat, menentang, bahkan berusaha menggagalkan, tapi kita sebagai bangsa yang berdaulat, sebagai bangsa yang besar, kita tidak goyah, bahkan terus maju melangkah,” tegasnya.

Pemulihan Aset Negara

Selain itu, Presiden Jokowi juga mengungkapkan keberhasilan pemerintah dalam mengambil kembali aset negara yang sebelumnya dikelola oleh pihak asing. Dalam pidatonya, Presiden menyinggung pengambilalihan aset-aset strategis seperti Freeport, Blok Rokan, dan Newmont, yang selama ini dikuasai oleh pihak asing. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa kekayaan alam Indonesia dapat dimanfaatkan sepenuhnya untuk kesejahteraan rakyat.

“Kita juga telah mengambil aset kita kembali yang selama puluhan tahun dikelola oleh pihak asing, yang selama puluhan tahun diambil manfaat besarnya oleh pihak asing. Alhamdulillah, semua itu bisa kita ambil alih kembali,” ungkapnya.

Transisi Menuju Ekonomi Hijau

Presiden Jokowi juga menyoroti upaya pemerintah dalam memulai transisi ekonomi menuju ekonomi hijau. Ia menyebutkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam sektor ekonomi hijau yang dapat menghasilkan energi sebesar 3.600 Gigawatt dari berbagai sumber, termasuk energi angin, matahari, panas bumi, gelombang laut, dan bio energi.

“Kita terus konsisten mengambil bagian dalam langkah dunia melakukan transisi energi secara hati-hati dan bertahap karena transisi energi yang ingin kita wujudkan adalah transisi energi yang berkeadilan, yang terjangkau dan mudah diakses oleh masyarakat,” jelas Presiden.(Mico)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *