News

Jokowi Ogah Jadi Ketum PPP, Santai Tanggapi Isu Pemakzulan Gibran

×

Jokowi Ogah Jadi Ketum PPP, Santai Tanggapi Isu Pemakzulan Gibran

Sebarkan artikel ini
Jokowi Ogah Jadi Ketum PPP, Santai Tanggapi Isu Pemakzulan Gibran
Jokowi Ogah Jadi Ketum PPP, Santai Tanggapi Isu Pemakzulan Gibran

KITAINDONESIASATU.COM – Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), menanggapi isu dirinya masuk dalam bursa calon Ketua Umum PPP. Ia menegaskan tak tertarik dan menyebut masih banyak tokoh PPP yang lebih layak memimpin partai tersebut. Menurut Jokowi, sudah beredar banyak nama potensial sebagai calon ketum PPP.

Dengan nada bercanda, Jokowi bahkan mengatakan dirinya lebih tertarik bergabung ke PSI—partai yang saat ini dipimpin putra bungsunya, Kaesang Pangarep. Ia belum berpikir untuk bergabung dengan partai lain selain PSI dan PPP.

Nama Jokowi sebelumnya diusulkan oleh Ketua Mahkamah PPP, Ade Irfan Pulungan, yang berharap Jokowi bisa membawa PPP kembali ke DPR pada Pemilu 2029. Irfan menilai Jokowi punya pengalaman politik dan pemerintahan yang mumpuni serta memahami sejarah PPP.

Sementara itu, Jokowi juga buka suara soal isu pemakzulan Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden. Isu ini muncul setelah Forum Purnawirawan TNI mengirim surat kepada pimpinan DPR, MPR, dan DPD.

Menanggapi hal itu, Jokowi menegaskan bahwa proses ketatanegaraan harus dihormati. Ia menyebut isu pemakzulan merupakan bagian dari dinamika demokrasi dan tidak merasa tersinggung. Jokowi juga menekankan bahwa pemilu presiden dan wakil presiden di Indonesia dilakukan dalam satu paket, tidak seperti di Filipina.

Menurutnya, pemakzulan tidak bisa dilakukan sembarangan. Harus ada alasan kuat seperti korupsi, pelanggaran hukum berat, atau perbuatan tercela agar seorang pejabat negara bisa dimakzulkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *