KITAINDONESIASATU.COM – Setelah menginap beberapa minggu di ruang jenazah RS Fongyuan Taiwan, jenazah salah salah satu Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Ponorogo akhirnya dipulangkan bersama tiga jenazah lainnya dari Indonesia pada awal Agustus 2025 ini.
Diketahui PMI asal Ponorogo itu bernama Wahyu Agung Prasetiyo warga Dukuh Tunjungan, Desa Blembem, Kecamatan Jambon, Ponorogo, Jawa Timur yang meninggal dunia sejak Senin, 16 Juni 2025 pukul 16:30 waktu Taiwan lalu.
Jenazah Wahyu rencananya akan dipulangkan dari Taiwan pada Indonesia pada Selasa, 5 Agustus 2025, bersama tiga jenazah lain dari Bojonegoro, Kendal, Lampung yang berangkat beda hari dengan Wahyu Agung Prasetiyo.
Kepulangan para tenaga kerja Indonesia yang bernasib sial di negeri orang itu difasilitasi oleh leh KDEI Taipei bersama dengan PCINU dalam proses pemulasaran dan persiapan pemulangan jenazah ke Indonesia.
Empat WNI yang meninggal dunia – tiga di antaranya adalah PMI resmi dan satu merupakan Pekerja Migran Indonesia Overstayer (PMIO) telah difasilitasi prosesi pemulasaran yang dilaksanakan di Rumah Sakit Zhongli, dengan mengikuti tata cara keagamaan sesuai ajaran Islam.
Berikut daftar korban jenazah dari PMI yang akan dipulangkan ke tanah air:
- Wahyu Agung Prasetiyo TKI asal Ponorogo, Jawa Timur – meninggal akibat kecelakaan lalu lintas.
Jenazah Wahyu Agung Prasetiyo dijadwalkan dipulangkan ke Indonesia pada 5 Agustus 2025. - Aris Widi Irwansyah, asal Kendal, Jawa Tengah – meninggal karena sakit, Jenazah dijadwalkan dipulangkan pada 7 Agustus 2025
- Agus Sholihin, asal Bojonegoro, Jawa Timur – meninggal akibat kebakaran, dijadwalkan dipulangkan pada 8 Agustus 2025.
- Mundakir Widi Irwansyah, asal Lampung Timur – meninggal karena sakit, masih menunggu proses pelengkapan dokumen kekargoan untuk pemulangan berikutnya.
Pihak KDEI di Taipei memastikan bahwa setibanya di tanah air, seluruh proses pemulangan hingga ke kampung halaman akan dikoordinasikan oleh KP2MI/BP2MI.
Untuk penghormatan terakhir kepada almarhum, Kepala KDEI Taipei beserta relawan lainnya melakukan prosesi pemulasaran hingga melakukan sholat jenazah yang digelar di salah satu ruangan di rumah sakit setempat.
Seperti kita ketahui sepanjang tahun 2025 hingga awal Agustus 2025 ini, KDEI Taipei telah menangani total 82 jenazah PMI dan PMIO yang wafat karena berbagai sebab, termasuk kecelakaan kerja, kecelakaan lalu lintas, dan penyakit.
Dalam penanganan ini, KDEI Taipei juga kembali mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan kerja, kesehatan pribadi, serta keaktifan jaminan sosial seperti BPJS Ketenagakerjaan untuk pelindungan terhadap risiko kematian.
Sementara untuk korban meninggal warga Ponorogo Wahyu Agung Prasetiyo sebelumnya mengalami kecelakaan tunggal beberapa hari sebelum meninggal.
Wahyu sebelumnya berangkat ke Taiwan untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya, hingga membayar biaya penempatan kerja di Taiwan hingga mencapai Rp70 juta.
Namun tak lama setelah sampai di Taiwan korban divonis menderita penyakit TBC atau Tuberkulosis –penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, biasanya menyerang paru-paru, tetapi juga dapat mempengaruhi organ lain.
Melihat kondisi seperti ini kemudian pihak agensi mengancam akan memulangka Wahyu ke Indonesia, yang membuat korban ketakutan hingga korban kabur dari tempat bekerja.
Ketakutan ini karena dilatarbelakangi korban yang sudah telanjur menggadaikan sertifikat tanah milik keluarganya di Ponorogo saat membayar keberangkatannya ke Taiwan.
Sehingga Wahyu kabur dalam kondisi mental tertekan dan ketakutan karena beban utang hingga dia melakukan tindakkan yang tidak diinginkan yaitu kabur dari tempat dia bekerja.
Namun nahas baru bekerja satu bulan yang hidup sebagai pekerja tidak resmi di Taiwan, kemudian korban mengalami kecelakaan tunggal di jalanan licin di medan yang tidak dikenalnya di salah satu sudut Taiwan.
Setelah mengalami kecelakaan sepeda motor Wahyu mengalami pendarahan hebat hingga dilarikan ke RS di wilayah Fongyuan, Taiwan dalam kondisi kritis dan akhirnya meninggal dunia akibat luka parah dari kecelakaan itu. **


