Menurutnya, pola kejadian tersebut tidak boleh terus berulang tanpa solusi konkret, sehingga diperlukan terobosan sejak dini, baik melalui rekayasa jalur, pembangunan tanggul, maupun langkah mitigasi lainnya.
Selain itu, Kapolda menekankan optimalisasi pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu dengan dukungan informasi terkini terkait cuaca, bencana, serta wilayah rawan. Ia juga meminta jajarannya melakukan manajemen risiko untuk memetakan potensi hujan dan banjir dalam sepekan ke depan.
“Persiapan kebencanaan harus matang. Mulai dari rencana alternatif, kesiapan peralatan di posko, layanan P3K, pusat kesehatan, alat komunikasi cadangan, bahkan telepon satelit jika diperlukan,” ujarnya.
Herry menegaskan bahwa Operasi Lilin Lancang Kuning 2025 tidak boleh sekadar menjadi agenda rutin tahunan, tetapi harus menghadirkan rasa aman dan harapan bagi masyarakat, khususnya mereka yang terdampak bencana.
Sementara itu, Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat selaku Wakasatgasopsda menjelaskan bahwa Operasi Lilin Lancang Kuning 2025 akan digelar selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.
Ia menambahkan, Ditlantas Polda Riau akan mengintensifkan kegiatan Polantas Menyapa, penerapan Green Policing, pembentukan Tim Raicet di Pekanbaru, serta patroli di daerah rawan bencana dan kejahatan C3 guna mewujudkan kamseltibcarlantas yang kondusif.***

