News

Jelang Debat Kedua, Paslon Pilkada Jakarta Siapkan Program Kerja

×

Jelang Debat Kedua, Paslon Pilkada Jakarta Siapkan Program Kerja

Sebarkan artikel ini
Rincian Gaji dan Santunan Petugas Pilkada 2024, PPK, PPS, KPPS, Panwaslu Kecamatan, dan PTPS
Pilkada serentak 2024

KITAINDONESIASATU.COM – Poltracking Indonesia dan Lembaga Survei Indonesia (LSI) mengeluarkan angka elektabilitas untuk tiga paslon yang akan bertarung di Jakarta.

Meskipun dirilis berdekatan, hasil kedua survei menunjukkan angka yang berbeda untuk setiap paslon.

Dari survei Poltracking Indonesia yang dirilis pada 24 Oktober 2024, pasangan Ridwan Kamil-Suswono meraih elektabilitas tertinggi dengan angka 51,6%, diikuti Pramono Anung-Rano Karno dengan 36,4%, dan Dharma Pongrekun-Kun Wardhana di posisi terakhir dengan 3,9%.

Survei ini menunjukkan 8,1% responden masih ragu akan pilihan mereka jika pemilihan langsung Gubernur DKI Jakarta dilaksanakan hari ini.

Baca Juga  Kemendes dan Kemenag Kolaborasi Penguatan Ekonomi Masyarakat Desa

Sementara itu, survei LSI yang dirilis sehari sebelumnya, pada 23 Oktober 2024, menunjukkan Pramono-Rano sebagai unggulan dengan elektabilitas 41,6%, sedangkan Ridwan Kamil-Suswono dan Dharma Pongrekun-Kun Wardhana masing-masing berada di angka 37,4% dan 6,6%.

Sebanyak 14,4% responden juga menyatakan tidak tahu.

Seiring dengan berlangsungnya kampanye, masing-masing paslon mulai mengemukakan rencana program kerja mereka.

Ridwan Kamil (RK) berjanji akan menciptakan satu juta lapangan pekerjaan dan mengusulkan kolaborasi antara SMK dan perusahaan untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja.

“Kami siap menghadirkan satu juta lapangan pekerjaan. Dengan pengangguran sebanyak 350 ribu, kami berharap dapat menyerap satu juta pekerjaan baru dalam lima tahun,” jelas RK.

Baca Juga  Ridwan Kamil: Keputusan MK Membuka Ruang untuk Lebih Banyak Kandidat di Pilkada Jakarta

Di sisi lain, Pramono Anung, calon gubernur nomor urut 3, fokus pada penguatan modal untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Ia berjanji akan menyediakan dana sebesar Rp 300 miliar untuk membantu UMKM di Jakarta yang menghadapi masalah permodalan.

“Kami akan mengalokasikan dana untuk menstimulasi UMKM yang saat ini banyak mengalami kendala,” ujarnya.

Kedua program ini sejalan dengan tema debat kedua yang dijadwalkan pada Minggu malam (27/10/2024), yang akan membahas “Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial”.

Pertanyaannya kini adalah, apakah hasil debat akan memengaruhi pergerakan elektabilitas masing-masing paslon?.- ***

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *