News

Jejak Politik Donald Trump dalam Upayanya Menjadi Presiden AS Ke-47

×

Jejak Politik Donald Trump dalam Upayanya Menjadi Presiden AS Ke-47

Sebarkan artikel ini
FotoJet 13 1
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

KITAINDONESIASATU.COM – Donald Trump, –mantan presiden yang kini akan kembali menjadi presiden– telah berhasil mengubah Partai Republik di tengah situasi politik AS yang semakin terpolarisasi.

Bagaimana perjalanan tokoh yang akan “comeback” ke Gedung Putih ini?

Waktu itu, ketika media memproyeksikan kemenangan Joe Biden pada pilpres 2020, calon petahana dari Partai Republik, Donald J. Trump, presiden ke-45 AS, menolak untuk mengakui kekalahan.

“Jika Anda menghitung suara sah, saya menang telak. Jika Anda menghitung suara yang tidak sah, mereka mencoba mencuri kemenangan kita,” ujarnya.

Pada 6 Januari 2021, Trump menyerukan kepada pendukungnya untuk menghentikan proses ratifikasi hasil pilpres.

Baca Juga  Donald Trump Serang Pribadi Kamala Harris, Lindsey Graham: Berisiko Kalah pada Pemilihan Presiden 2024

“Kita berjuang keras. Jika Anda tidak berjuang keras, negara Anda akan lenyap!” serunya.

Insiden kerusuhan di Capitol, yang belum pernah terjadi sebelumnya, mengakibatkan Trump dimakzulkan untuk kedua kalinya.

Russ Buettner dari New York Times berpendapat bahwa Trump adalah sosok yang sangat percaya pada intuisinya sendiri.

Buettner bersama Susanne Craig, yang menulis buku “Lucky Loser” tentang perjalanan karier Trump sejak menjadi pengusaha, memberikan pandangan kritis terhadapnya.

Craig menyebut, “Nilai kekayaan Trump sebesar $200 juta saat diwawancarai New York Times, dan meningkat jadi $1 miliar saat diwawancarai ’60 Minutes’ satu dekade kemudian.”

Sebagai pengusaha, Trump ahli dalam membangun citra dirinya dan mendapatkan jutaan dolar dengan melisensikan namanya.

Baca Juga  Gagasan Trump Relokasi Warga Gaza ke Mesir dan Yordania Ditolak Mentah-Mentah Dunia Arab

Namun, di balik kemewahan bisnisnya, perusahaan Trump pernah mengajukan kebangkrutan enam kali. Beberapa kasino diantaranya mengalami kerugian dan akhirnya tutup.

Trump baru bangkit setelah sukses dalam reality show “The Apprentice” sebelum kembali meniti karier politik.

“Saya secara resmi mencalonkan diri sebagai presiden Amerika Serikat, dan kita akan membuat negara ini hebat lagi,” ucap Trump kala itu.

Dengan gaya bicara yang blak-blakan, Trump menjadi sosok nasionalis yang kontroversial.

“Saat Meksiko mengirim orang-orang ke Amerika Serikat, mereka tidak mengirimkan orang terbaiknya. Mereka membawa narkoba, kejahatan, dan pemerkosa. Beberapa mungkin orang baik,” ujarnya.

Sebagai presiden, Trump memilih tiga hakim agung yang berperan dalam mencabut perlindungan federal terhadap hak aborsi.

Baca Juga  Polres Cirebon Kota Lakukan Penanaman Tanaman Pangan, Dukung Asta Cita Prabowo

Di akhir masa jabatannya, ia menghadapi pandemi COVID-19, mempercepat pengembangan vaksin, tetapi terkadang mengusulkan pengobatan yang tak terbukti secara ilmiah. Di tengah tingginya angka kematian akibat COVID-19, pemilih pada November 2020 memilih Joe Biden.

Selanjutnya, Trump menghadapi sejumlah tuntutan hukum, menjadi mantan presiden pertama yang dinyatakan bersalah dalam kasus pidana.

Namun, popularitasnya justru meningkat setelah dua kali upaya percobaan pembunuhan terhadapnya.

Sebagai penulis buku “The Art of The Comeback,” Trump kini akan kembali menjadi penghuni Gedung Putih sebagai presiden AS ke-47.- ***

Dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *