KITAINDONESIASATU.COM – PT Jasa Marga melaporkan sebanyak 1,7 juta kendaraan telah kembali ke wilayah Jabotabek pada periode H-10 hingga H+2 Lebaran 2026 atau sejak 11 hingga 23 Maret.
Angka tersebut mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat selama arus balik Idulfitri.
Jumlah tersebut merupakan akumulasi lalu lintas dari empat gerbang tol utama, yakni Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Cikupa, dan Ciawi.
Secara keseluruhan, volume kendaraan yang kembali telah mencapai lebih dari setengah dari total proyeksi arus balik yang diperkirakan mencapai 3,39 juta kendaraan hingga akhir Maret.
Arus Balik Didominasi Kendaraan dari Arah Timur
Distribusi kendaraan menunjukkan arus balik paling besar berasal dari arah timur, meliputi jalur Trans Jawa dan Bandung, dengan kontribusi lebih dari 40 persen.
Sementara itu, kendaraan dari arah barat dan selatan juga memberikan kontribusi signifikan terhadap total arus balik.
Meski terjadi peningkatan volume kendaraan, jika dibandingkan dengan kondisi lalu lintas normal, sebagian besar jalur masih mencatat angka yang lebih rendah.
Namun demikian, lonjakan mulai terlihat pada H+2 Lebaran, dengan jumlah kendaraan harian yang meningkat tajam dibandingkan hari biasa.
Khusus pada H+2, jumlah kendaraan yang masuk ke Jabotabek melalui empat gerbang tol utama mencapai lebih dari 225 ribu unit atau melonjak signifikan.
Peningkatan paling mencolok terjadi di Gerbang Tol Cikampek Utama yang mengalami lonjakan hampir tiga kali lipat dibandingkan kondisi normal.
Seiring tren peningkatan tersebut, pihak pengelola tol melakukan berbagai langkah antisipasi, mulai dari optimalisasi gardu tol, penyiapan armada layanan, hingga penerapan rekayasa lalu lintas sesuai kebutuhan di lapangan.
Selain itu, pengguna jalan diimbau merencanakan perjalanan dengan baik, memastikan kondisi kendaraan dan fisik pengemudi tetap prima, serta memanfaatkan waktu perjalanan di luar puncak arus balik.
Kebijakan diskon tarif tol dan skema kerja fleksibel juga diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan lalu lintas.(*)
