KITAINDONESIASATU.COM – Pemerintah terus memperkuat konektivitas antarwilayah melalui peningkatan kualitas infrastruktur jalan nasional. Di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menggelar program preservasi jalan dan jembatan tahun anggaran 2025 dengan total nilai anggaran mencapai Rp13,08 miliar.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan dan pemeliharaan jalan nasional menjadi prioritas utama dalam mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kondisi jalan yang baik mampu mempercepat waktu tempuh, menekan biaya logistik, dan menurunkan harga barang kebutuhan masyarakat,” ujar Dody, Rabu (8/10).
Program preservasi di Sintang mencakup beberapa ruas strategis, di antaranya Tebelian–Sintang–Sp. Nanga Silat–Sejiram dan Jalan Dalam Kota Sintang (Tahap 2). Pekerjaan yang dilaksanakan meliputi pemeliharaan rutin jalan dan jembatan, rehabilitasi jembatan, hingga program padat karya di ruas Tebelian–Sintang–Nanga Silat dengan total panjang lebih dari 144 kilometer.
“Preservasi jalan dan jembatan adalah bentuk tanggung jawab kami untuk memastikan infrastruktur tetap dalam kondisi mantap dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” tambah Menteri Dody.
Dari total alokasi Rp13,08 miliar, kegiatan dengan capaian fisik tertinggi yakni Preservasi Jalan dan Jembatan Tebelian–Sintang–Sp. Nanga Silat–Sejiram dengan progres mencapai 93,07 persen secara fisik dan 91,10 persen secara keuangan. Capaian ini menunjukkan komitmen Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Barat dalam melaksanakan proyek secara efektif dan tepat waktu.
Kepala BPJN Kalbar, Chandra Syah. menambahkan bahwa program tahun ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas jalan, tetapi juga keselamatan pengguna jalan. Upaya dilakukan melalui perbaikan drainase, perkuatan jembatan rusak, serta padat karya yang melibatkan masyarakat lokal.
“Kami memastikan kondisi jalan, jembatan, dan drainase berfungsi baik agar pengguna merasa aman dan nyaman,” ujar Chandra. (*)



