KITAINDONESIASATU.COM – Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan arus balik Lebaran secara bersamaan.
Langkah ini dinilai penting untuk menghindari kepadatan lalu lintas, baik di jalan tol maupun jalur nasional.
Ia menyarankan agar pemudik dapat mengatur waktu kepulangan secara bertahap atau bergelombang.
Dengan pola tersebut, beban lalu lintas diharapkan lebih merata sehingga perjalanan menjadi lebih lancar dan nyaman.
Manfaatkan Kebijakan WFA untuk Atur Jadwal Arus Balik
Dody juga menyoroti adanya kebijakan work from anywhere (WFA) yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam merencanakan perjalanan.
Dengan fleksibilitas tersebut, pemudik diharapkan tidak terfokus pada satu waktu kepulangan yang sama. Menurutnya, arus mudik tahun ini terpantau lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Ia berharap kondisi serupa juga terjadi pada arus balik, dengan catatan masyarakat mengikuti imbauan pemerintah serta didukung kondisi cuaca yang kondusif.
Sementara itu, arus balik Lebaran 2026 mulai menunjukkan peningkatan signifikan di berbagai moda transportasi.
Pergerakan kendaraan menuju Jakarta dan kota-kota besar lainnya terus bertambah seiring berakhirnya masa libur.
Di jalur darat, volume kendaraan yang melintasi Gerbang Tol Cikampek Utama tercatat puluhan ribu unit hingga malam hari. Titik tersebut menjadi salah satu simpul penting arus balik dari Trans Jawa ke wilayah Jabotabek.
Untuk menjaga kelancaran lalu lintas, pengelola jalan tol melakukan sejumlah langkah seperti penambahan gardu transaksi serta penerapan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah dan contraflow di beberapa titik.
Secara keseluruhan, jumlah kendaraan yang kembali ke Jabotabek telah mencapai sekitar 1,7 juta unit dalam periode arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.(*)
